Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

SURAT UTANG NEGARA: Transaksi Naik 11,57%, FR0068 Teraktif

Volume transaksi obligasi pemerintah terpantau naik 11,57% pada perdagangan Selasa (27/1/2015), setelah sebelumnya turun diatas 50%.
Gita Arwana Cakti
Gita Arwana Cakti - Bisnis.com 28 Januari 2015  |  09:09 WIB
SURAT UTANG NEGARA: Transaksi Naik 11,57%, FR0068 Teraktif
Transaksi obligasi pemerintah naik - Ilustrasi
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA —  Volume transaksi obligasi pemerintah terpantau naik 11,57% pada perdagangan Selasa (27/1/2015), setelah sebelumnya turun diatas 50%.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia yang dikutip riset Debt Research Danareksa Sekuritas dan dirilis Rabu (28/1/2015), volume transaksi obligasi pemerintah kemarin tercatat Rp15,33 triliun, dari transaksi sebelumnya Rp13,74 triliun.

Jumlah tersebut di atas transaksi harian tahun ini sebesar Rp10,56 triliun. Adapun obligasi tenor jangka pendek di bawah 5tahun yang paling diburu.

Obligasi seri FR0068 tercatat menjadi obligasi pemerintah teraktif dengan volume transaksi mencapai Rp2,91 triliun.

Selanjutnya, obligasi pemerintah seri FR0070 menempati peringkat kedua teraktif dengan volume transaksi Rp2,85 triliun.

Dan posisi ketiga teraktif ditempati oleh obligasi pemerintah seri SR006 dengan volume transaksi Rp1,06 triliun.

Berikut rincian obligasi pemerintah teraktif untuk perdagangan Selasa (27/1/2015)

Seri Obligasi

Yield (%)

Volume (Rp. miliar)

Jatuh Tempo

FR0068

7,466

2.906,37

15 Mei 2034

FR0070

7,053

2.848,8

15 Maret 2024

SR006

7,161

1.056,87

5 Maret 2017

FR0069

6,892

1.044,79

15 April 2019

SPNS13022015

0,002

980

13 Februari 2015

Sumber: Bursa Efek Indonesia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi Pemerintah obligasi pemerintah ri
Editor : Gita Arwana Cakti
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top