Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pasca Rilis Data China, Harga Tembaga Diproyeksi Melemah

Setelah harga tembaga tertekan oleh data pertumbuhan ekonomi China, Goldman Sachs Group Inc. memproyeksikan harga komoditas itu akan berada di tren pelemahan sepanjang tahun ini.
Surya Rianto
Surya Rianto - Bisnis.com 21 Januari 2015  |  18:00 WIB

Bisnis.com, SHANGHAI – Setelah harga tembaga tertekan oleh data pertumbuhan ekonomi China, Goldman Sachs Group Inc. memproyeksikan harga komoditas itu akan berada di tren pelemahan sepanjang tahun ini.

Pada perdagangan kemarin, sampai pukul 17:00 WIB, harga tembaga berjangka di New York Commodity Exchange (COMEX) turun 1,1% menjadi US$2,56 per pon atau US$5.120 per metrik ton.

Sementara itu, harga tembaga pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange (LME) pada perdagangan terakhir yaitu Selasa (20/1) naik 0,32% menjadi US$5.690 per metrik ton.

Roger Yuan, analis Goldman Sachs Group Inc., mengatakan perlambatan sektor properti China menjadi penyebab turunnya permintaan tembaga.

Pasalnya, sektor itu berkontribusi 50% dari keseluruhan permintaan tembaga dari China.

“Apalagi, prospek perekonomian dunia pada tahun ini masih diperkirakan melambat sehingga kami proyeksikan harga tembaga tahun ini masih dalam tren pelemahan dengan harga sampai akhir tahun berada di level US$6.000,” jelasnya seperti dilansir Bloomberg pada Rabu (21/1).

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

komoditas harga tembaga

Sumber : bloomberg

Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top