Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

SURAT UTANG NEGARA: Transaksi Obligasi Pemerintah Turun 4,99%, FR68 Teraktif

Volume transaksi obligasi pemerintah terpantau turun tipis 4,99% pada perdagangan Rabu (8/10/2014).
Gita Arwana Cakti
Gita Arwana Cakti - Bisnis.com 09 Oktober 2014  |  09:56 WIB
SURAT UTANG NEGARA: Transaksi Obligasi Pemerintah Turun 4,99%, FR68 Teraktif
Memantau layar surat utang negara - Bisnis
Bagikan

Bisnis.comJAKARTA - Volume transaksi obligasi pemerintah terpantau turun tipis 4,99% pada perdagangan Rabu (8/10/2014).

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia yang dikutip riset Debt Research Danareksa Sekuritas dan dirilis Kamis (9/10/2014), volume transaksi obligasi pemerintah kemarin tercatat Rp6,28 triliun, dari transaksi sebelumnya Rp6,61 triliun.

Jumlah tersebut juga di bawah rata-rata transaksi harian tahun ini Rp10,21 triliun. Adapun, obligasi tenor jangka pendek di bawah 5 tahun yang paling diburu.

Obligasi seri FR0068 tercatat menjadi obligasi pemerintah teraktif dengan volume transaksi mencapai Rp979,54 miliar.

Selanjutnya, obligasi pemerintah seri FR0070 menempati peringkat kedua teraktif dengan volume transaksi Rp536,54 miliar.

Dan posisi ketiga teraktif ditempati oleh obligasi pemerintah seri SPN12150206 dengan volume transaksi Rp520,36 miliar.

Berikut rincian obligasi pemerintah teraktif untuk perdagangan Rabu (8/10/2014)

Seri Obligasi

Yield

(%)

Volume

(Rp. miliar)

Jatuh Tempo

FR0068

8,96

979,54

15 Mei 2034

FR0070

8,45

536,54

15 Maret 2024

SPN12150206

0,02

520,36

6 Februari 2015

FR0053

8,34

504

15 Juli 2021

FR0034

8,38

430

15 Juni 2021

Sumber: Bursa Efek Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi Pemerintah obligasi pemerintah ri
Editor : Sepudin Zuhri
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top