Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

OBLIGASI PEMERINTAH: Transaksi Turun Tipis 7,91% Akhir Pekan Lalu

Volume transaksi obligasi pemerintah tercatat turun 7,91% pada perdagangan Jumat (19/9/2014).
Gita Arwana Cakti
Gita Arwana Cakti - Bisnis.com 22 September 2014  |  08:54 WIB
OBLIGASI PEMERINTAH: Transaksi Turun Tipis 7,91% Akhir Pekan Lalu
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Volume transaksi obligasi pemerintah tercatat turun 7,91% pada perdagangan Jumat (19/9/2014).

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia yang dikutip riset Debt Research Danareksa Sekuritas dan dirilis Senin (22/9/2014), volume transaksi obligasi pemerintah kemarin tercatat Rp8,14 triliun, dari transaksi sebelumnya Rp8,84 triliun.

Jumlah tersebut juga di bawah rata-rata transaksi harian tahun ini sebesar Rp10,26 triliun. Adapun obligasi tenor jangka menengah di antara 5-15 tahun yang paling diburu.

Obligasi seri FR0068 tercatat menjadi obligasi pemerintah teraktif dengan volume transaksi mencapai Rp1,78 triliun.

Selanjutnya, obligasi pemerintah seri FR0070 menempati peringkat kedua teraktif dengan volume transaksi Rp1,17 triliun.

Dan posisi ketiga teraktif ditempati oleh obligasi pemerintah seri FR0071 dengan volume transaksi Rp1,07 triliun.

Berikut rincian obligasi pemerintah teraktif untuk perdagangan Jumat (19/9/2014)

Seri Obligasi

Yield

(%)

Volume

(Rp. miliar)

Jatuh Tempo

FR0068

8,66

1776,58

15 Mei 2034

FR0070

8,12

11680,9

15 Maret 2024

FR0071

8,51

1072,21

15 Maret 2029

FR0069

7,96

1042,06

15 April 2019

FR0027

6,86

535,9

15 Juni 2015

Sumber: Bursa Efek Indonesia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi Pemerintah obligasi pemerintah ri
Editor : Nurbaiti
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top