Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

OBLIGASI PEMERINTAH: Transaksi Kembali Turun 8,05%, FR0071 Teraktif

Setelah melemah 31% sebelumnya, volume transaksi obligasi pemerintah kembali tercatat turun 8,05% pada perdagangan Kamis (4//9/2014).
Gita Arwana Cakti
Gita Arwana Cakti - Bisnis.com 05 September 2014  |  09:31 WIB
OBLIGASI PEMERINTAH: Transaksi Kembali Turun 8,05%, FR0071 Teraktif
Memantau layar surat utang negara - Bisnis
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Setelah melemah 31% sebelumnya, volume transaksi obligasi pemerintah kembali tercatat turun 8,05% pada perdagangan Kamis (4/9/2014).

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia yang dikutip riset Debt Research Danareksa Sekuritas dan dirilis Jumat (5/9/2014), volume transaksi obligasi pemerintah kemarin tercatat Rp12,45 triliun, dari transaksi sebelumnya Rp13,54 triliun.

Namun jumlah tersebut di atas rata-rata transaksi harian tahun ini sebesar Rp10,15 triliun. Adapun obligasi tenor jangka menengah antara 5-15 tahun yang paling diburu.

Obligasi seri FR0071 tercatat menjadi obligasi pemerintah teraktif dengan volume transaksi mencapai Rp2,88 triliun.

Selanjutnya, obligasi pemerintah seri FR0070 menempati peringkat kedua teraktif dengan volume transaksi Rp2,64 triliun.

Dan posisi ketiga teraktif ditempati oleh obligasi pemerintah seri FR0068 dengan volume transaksi Rp2,43 triliun.

Berikut rincian obligasi pemerintah teraktif untuk perdagangan Kamis (4/9/2014)

Seri Obligasi

Yield

(%)

Volume

(Rp. miliar)

Jatuh Tempo

FR0071

8,29

2.880,78

15 Maret 2029

FR0070

8,02

2.639,66

15 Maret 2024

FR0068

8,49

2.429,55

15 Mei 2034

FR0069

7,85

2.206,54

15 April 2019

FR0044

8,08

611,96

15 September 2024

Sumber: Bursa Efek Indonesia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi Pemerintah obligasi pemerintah ri
Editor : Nurbaiti
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top