Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Orang Terkaya ke-8 Indonesia, Beli 2 Perusahaan Inggris

Perusahaan milik konglomerat Petter Sondakh PT Rajawali Corporation secara resmi mengakuisisi perusahaan asal Ingris Raya Matacuna Group Ltd dan Pegasus CP One Shares Class C.
Sukirno
Sukirno - Bisnis.com 01 September 2014  |  18:35 WIB
Orang Terkaya ke-8 Indonesia, Beli 2 Perusahaan Inggris
Peter Sondakh - Forbes
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA--Perusahaan milik konglomerat Peter Sondakh PT Rajawali Corporation secara resmi mengakuisisi perusahaan asal Ingris Raya Matacuna Group Ltd dan Pegasus CP One Shares Class C.

Peter Sondakh tercatat sebagai orang terkaya ke-8 di Indonesia versi majalah Forbes dengan total kekayaan Rp27,4 triliun. Pria yang lahir pada 1953 itu mendirikan PT Rajawali Corporation sebagai cikal bakal konglomerasinya.

Secara tidak langsung, Rajawali Corpora menggenggam saham PT BW Plantation sebanyak 21,548% atau 963.482.640 lembar yang sebelumnya dimiliki oleh dua perusahaan itu.

Direktur Keuangan BW Plantation Kelik Irwanto menjelaskan telah terjadi perubahan kepemilikan saham perseroan akibat perubahan beneficial owner.

"Saya mendapatkan surat dari Matacuna dan Pegasus terkait beneficial owner sekarang menjadi Rajawali Corpora," ungkapnya ketika dihubungi Bisnis, Senin (1/9/2014).

Perubahan kepemilikan saham emiten berkode saham BWPT itu setelah PT Rajawali Corpora mengakuisisi saham Matacuna Group. Secara otomatis, kepemilikan saham BWPT sebanyak 558.382.640 atau 12,488% yang sebelumnya digenggam Matacuna harus berpindah kepada Rajawali Corpora.

Begitu pula dengan Pegasus CP One Shares Class C yang didirikan di British Virgin Islands. Kepemilikan saham Pegasus diambil alih Rajawali Corpora yang kemudian secara tidak langsung mengalihkan saham BWPT sebesar 9,060%.

Pegasus sebelumnya memiliki saham BWPT sebanyak 405,1 juta lembar saham BWPT dari seluruh modal yang telah ditempatkan dan disetor penuh.

Kelik mengaku mendapatkan pemberitahuan resmi dari Matacuna dan Pegasus pada Jumat (29/8), atas perubahan kepemilikan tersebut. Dia menegaskan, perubahan kepemilikan itu bukan merupakan transaksi tutup sendiri atau crossing saham.

Dia juga mengaku belum mengetahui perubahan kepemilikan saham perseroan itu akan berpengaruh terhadap kebijakan ke BWPT ke depan.

"Belum ada pembicaraan dengan mereka sama sekali, belum ada dampaknya seperti apa," paparnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

orang terkaya
Editor : Ismail Fahmi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top