Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

DOLAR AS Melemah, Pasar Khawatirkan Ukraina

Kurs dolar AS menghapus keuntungan awal dan melemah terhadap sebagian besar mata uang utama pada Kamis (Jumat pagi WIB), di tengah kekhawatiran baru pasar atas Ukraina meskipun data pesanan barang tahan lama AS kuat.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 25 April 2014  |  06:43 WIB
Dolar dibeli 102,34 yen Jepang, lebih rendah dari 102,42 yen di sesi sebelumnya.  - bisnis.com
Dolar dibeli 102,34 yen Jepang, lebih rendah dari 102,42 yen di sesi sebelumnya. - bisnis.com

Bisnis.com, NEW YORK - Kurs dolar AS menghapus keuntungan awal dan melemah terhadap sebagian besar mata uang utama pada Kamis (Jumat pagi WIB), di tengah kekhawatiran baru pasar atas Ukraina meskipun data pesanan barang tahan lama AS kuat.

Greenback awalnya menguat terhadap sekeranjang mata uang setelah Departemen Perdagangan AS melaporkan pesanan baru untuk barang tahan lama pada Maret naik 2,6% menjadi US$234,8 miliar, mengalahkan ekspektasi pasar.

Sementara itu, jumlah warga Amerika yang mengajukan aplikasi untuk tunjangan pengangguran pada pekan lalu bertambah 24.000 menjadi 329.000 disesuaikan secara musiman, kata Departemen Tenaga Kerja. Analis percaya angka tersebut masih sejalan dengan tren pemulihan.

Namun, dolar kemudian melemah karena meningkatnya ketegangan atas Ukraina, sementara yen didorong oleh peningkatan permintaan untuk aset-aset safe haven.

Pada pagi hari, Kementerian Dalam Negeri Ukraina mengatakan lima "militan separatis" tewas selama tindakan "kontra-teror" di tiga pos pemeriksaan yang dibuat oleh milisi pro-Rusia di luar kota Slavyansk.

Presiden Rusia Vladimir Putin pada Kamis menyebut "operasi anti teror" yang dilakukan oleh pasukan Ukraina di wilayah timurnya "sebuah kejahatan serius," memperingatkan "konsekuensi-konsekuensi" jika Kiev menggunakan tentara terhadap rakyatnya sendiri.

Sementara itu, euro berada di bawah tekanan karena Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Mario Draghi pada Kamis sekali lagi menunjukkan bahwa bank sentral mungkin menerapkan stimulus moneter lebih besar untuk meningkatkan perekonomian.

Dia juga mengatakan nilai tukar merupakan faktor yang semakin penting bagi ECB untuk menilai prospek stabilitas harga.

Pada akhir perdagangan di New York, euro naik menjadi US$1.3825 dari US$1.3816 pada sesi sebelumnya, sedangkan pound Inggris naik menjadi US$1,6798 dari US$1,6781. Dolar Australia turun menjadi US$0,9259 dari US$0,9284.

Dolar dibeli 102,34 yen Jepang, lebih rendah dari 102,42 yen di sesi sebelumnya. Dolar bergerak turun menjadi 0,8820 franc Swiss dari 0,8832 franc Swiss, dan turun tipis menjadi 1,1026 dolar Kanada dari 1,1032 dolar Kanada pada sesi sebelumnya.

 

 

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dolar as

Sumber : Antara

Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top