Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perekonomian AS Berangsur Pulih, Harga Emas Tertekan

Harga emas diperdagangkan di dekat level terendah dalam 10 pekan terakhir. Investor tengah menimbang faktor geopolitik di Ukraina dan data AS yang diprediksi tak akan memenuhi ekspektasi pasar.
Ardhanareswari AHP
Ardhanareswari AHP - Bisnis.com 24 April 2014  |  19:25 WIB

Bisnis.com, SINGAPURA — Harga emas diperdagangkan di dekat level terendah dalam 10 pekan terakhir.  

Pada perdagangan Kamis (24/4/2014) sore harga kontrak emas untuk pengiriman Juni tercatat naik 0,18% menjadi US$1.283,40 per troy ounce (Rp478.979 per gram) di Commodity Exchange, New York. Adapun harga emas spot melemah 0,01% ke level US$1.283,74 per troy ounce (Rp479.106 per gram).

Di sisi lain, pasar khawatir data pemesanan barang tahan lama (durable goods orders) yang dirilis pada Kamis malam akan melambat. Hal ini terjadi setelah data penjualan rumah yang dirilis sehari sebelumnya anjlok ke level terendah dalam 8 bulan terakhir.

Lv Jie, analis dari Cinda Futures Co. mengatakan pada Bloomberg, perekonomian AS masih berangsur membaik. “Hal ini akan menekan harga emas dalam jangka yang lebih panjang,” katanya.

Sementara itu, Presiden AS Barack Obama mengatakan AS dan sekutunya mempersiapkan sanksi tambahan untuk Rusia jika situasi di Ukraina makin panas. Sebelumnya ketegangan geopolitik  Ukraina versus Rusia mengangkat emas naik 6,9% tahun ini dan sempat mencapai level harga tertingginya pada Maret 2014.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Emas Hari Ini

Sumber : Bloomberg

Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top