Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

MI Minta RDPT Efek Tak Dibubarkan

Sejumlah pelaku industri reksa dana yang terlibat dalam pengelolaan reksa dana penyertaan terbatas (RDPT) terus berupaya melobi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar tidak membubarkan secara paksa produk RDPT portofolio efek.
Surya Mahendra Saputra
Surya Mahendra Saputra - Bisnis.com 27 Februari 2014  |  08:36 WIB
Ilustrasi - Bisnis.com
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah pelaku industri reksa dana yang terlibat dalam pengelolaan reksa dana penyertaan terbatas (RDPT) terus berupaya ‘melobi’ Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar tidak membubarkan secara paksa produk RDPT portofolio efek.

Pasalnya, rancangan peraturan OJK (RPOJK) tentang reksa dana berbentuk kontrak investasi kolektif (KIK) penyertaan terbatas itu memuat salah satu opsi yang mewajibkan pembubaran RDPT portofolio efek. Wajar opsi itu ditentang karena sekitar Rp32 triliun dana investor telah terparkir pada varian produk itu.

Menurut sumber Bisnisyang terlibat langsung dalam diskusi pembahasan RPOJK itu mengungkapkan diskusi antara OJK dan sejumlah perusahaan manajer investasi (MI) berlangsung cukup alot.

“Syaratnya, RDPT portofolioefekmutlakmark to market kalau mau dipertahankan menjadi salah satu varian reksa dana,” ungkap sumber itu kepada Bisnis, Rabu (26/2/2014).

Baca Selengkapnya di: Epaper Bisnis Indonesia


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

reksa dana
Editor : Sepudin Zuhri
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top