Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Setelah Melompat, Saham AS Kembali Jatuh

Saham AS jatuh, setelah berhasil melompat ke level tertinggi 4 hari dalam setahun untuk indeks Standard & Poor `s 500, karena penurunan dari Procter & Gamble Co hingga Amazon.com Inc (AMZN) dibayangi optimisme tentang pertumbuhan ekonomi.
Fatkhul-nonaktif
Fatkhul-nonaktif - Bisnis.com 13 Februari 2014  |  04:50 WIB
Indeks S&P 500 turun kurang dari 0,1% menjadi 1.819,27 pada pukul 4 di New York. - bisnis.com
Indeks S&P 500 turun kurang dari 0,1% menjadi 1.819,27 pada pukul 4 di New York. - bisnis.com

Bisnis.com, NEW YORK - Saham AS jatuh, setelah berhasil melompat ke level tertinggi 4 hari dalam setahun untuk indeks Standard & Poor `s 500, karena penurunan dari Procter & Gamble Co hingga Amazon.com Inc (AMZN) dibayangi optimisme tentang pertumbuhan ekonomi.

Procter & Gamble turun 1,7% setelah perusahaan produk konsumen terbesar di dunia memangkas proyeksi untuk keuntungan dan pertumbuhan penjualan. Amazon.com turun 3,5% setelah UBS AG menurunkan rating pengecer online itu.

Adapun Dow Chemical Co turun 1% akibat kajian internal menyimpulkan rencana perpisahan akan mengurangi nilai perusahaan. TripAdvisor Inc melonjak 7,2% akibat perkiraan pendapatan pada kuartal keempat mengalahkan para analis.

Indeks S&P 500 turun kurang dari 0,1% menjadi 1.819,27 pada pukul 4 di New York, setelah naik sebanyak 0,4% pada hari sebelumnya. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 30,50 poin, atau 0,2% ke 15.964,27.

“Kami mengambil nafas di sini,” Phil Orlando, kepala strategi pasar ekuitas di Federated Investors Inc di New York, yang mengawasi sekitar US$ 376 miliar. "Kebijakan Washington pada dasarnya sudah keluar, Yellen telah memberitahu kami kebijakan moneter akan menjadi kelanjutan dari apa yang telah kami lihat dan kami memiliki rasa apa yang akan terjadi dengan tappering."

Indek S& P 500 naik 3,9% dalam 4 hari sebelumnya, kenaikan terbesar untuk peregangan sejak Januari 2013. Indeks acuan ini naik 1,1% kemarin setelah komentar Kepala Federal Reserve Janet Yellen memicu optimisme ekonomi dapat pemotongan stimulus lebih lanjut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

saham as
Editor : Fatkhul-nonaktif
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top