Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rupiah Terus Tertekan Ke Rp12.135/US$

Nilai tukar rupiah masih melemah 0,24% ke level Rp12.135 per dolar AS pada pukul 14.36 WIB, menjelang penutupan perdagangan.
Gita Arwana Cakti
Gita Arwana Cakti - Bisnis.com 17 Desember 2013  |  15:07 WIB
Rupiah Terus Tertekan Ke Rp12.135/US$
Pergerakan nilai tukar rupiah - Bloomberg
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Nilai tukar rupiah masih melemah terhadap dolar AS menjelang penutupan perdagangan, Selasa (17/12/2013).

Berdasarkan data Bloomberg Dollar Index, rupiah ditransaksikan melemah 0,24% ke level Rp12.135 per dolar AS pada pukul 14.36 WIB.

Pada awal perdagangan, rupiah dibuka melemah pada level Rp12.115 per dolar AS. Dan pada pukul 09.00 WIB, rupiah melemah 0,16% ke level Rp12.124 per dolar AS. Selanjutnya, pada pukul 09.04 WIB rupiah juga melemah di Rp12.118 per dolar AS.

Pelemahan rupiah terjadi saat dolar AS ditransaksikan cenderung menguat terhadap mata uang di Asia-Pasifik.

Nilai tukar dolar AS terhadap mata uang Asia-Pasifik

Selasa, 17 Desember 2013

Kurs

Nilai

Perubahan

WIB

$ Australia

0,89

+0,03%

14:41:46

$ Selandia Baru

0,83

-0,19%

14:39:10

Yen

102,96

-0,06%

14:41:30

$Hong Kong

7,75

-0,01%

14:43:21

$Singapura

1,26

+0,11%

14:42:06

$Taiwan

29,64

-0,09%

14:39:23

Won

1.051,09

-0,04%

12:59:58

Peso

44,19

+0,07%

14:38:14

Rupiah

12.135

+0,25%

14:36:18

Rupee

61,96

+0,34%

14:39:10

Yuan

6,07

-0,02%

14:39:18

Ringgit

3,25

+0,19%

14:40:15

Baht

32,09

+0,22%

14:43:14

Sumber: Bloomberg.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gejolak rupiah tekanan rupiah Rupiah
Editor : Yusran Yunus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top