Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Spekulasi the Fed Tekan Emas

Bisnis.com, JAKARTA— Nilai emas turun untuk hari ketiga setelah kekhawatiran penaikan harga pada minggu lalu dapat mengurangi pembelian fisik, sementara investor masih menimbang langkah Federal Reserve AS terhadap stimulus moneter.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 17 Juli 2013  |  07:07 WIB
Spekulasi the Fed Tekan Emas
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA— Nilai emas turun untuk hari ketiga setelah kekhawatiran penaikan harga pada minggu lalu dapat mengurangi pembelian fisik, sementara investor masih menimbang langkah Federal Reserve AS terhadap stimulus moneter.

Ariston Tjendra, Kepala Riset PT Monex Investindo Futures mengatakan, harga emas masih menunggu event besar pekan ini, yang akan berlangsung pada hari Rabu dan Kamis, pasar akan fokus pada testimoni Gubernur Federal Reserve, Ben Bernanke di hadapan Kongres AS.

“Pada bulan sebelumnya, testimoni Bernanke berhasil memberikan volatilitas bagi pasar keuangan. Menyebabkan harga emas tidak meneruskan penguatannya dan bergerak dengan volatilias yang lebih kecil dari biasanya,” ujarnya, Selasa (16/7/2013).

Menurut Ariston, data CPI Amerika Serikat bisa menjadi penggerak harga emas. Jika inflasi menunjukkan penaikan yang cukup signifikan, maka dapat mendorong pelemahan
harga emas karena dolar AS yang menguat.

“Namun bila kenaikan inflasi moderat atau biasa saja, pergerakan harga emas masih akan tetap flat dan cenderung turun.” Lukman Leong, analis PT Platon mengatakan, harga emas diperdagangkan di range bound dalam sepekan terakhir setelah berhasil melewati resistance di US$1.270 per ounce. Setelah pertemuan the Fed minggu lalu, tidak
ada data penting yang memberikan kejutan kepada pasar.

“Technical range trading saat ini adalah di level support US$1.267, US$1.280 dan resistance US$1.300. Sebenarnya emas memiliki kesempatan untuk naik ketika rilis data GDP China pada Senin, tapi data tersebut tidaklah terlalu jelek,” ujarnya pada Bisnis, Selasa (16/72013).

Menurutnya “Bad news is a Good news for Gold”, kurang lebih keadaan yang paling cocok untuk emas saat ini. Data ekonomi yang jelek akan memicu kebijakan longgar dari bank sentral yang akan melemahkan mata uang.

“Berita yang jelek juga akan memicu sentimen dan risk aversion dimana investor akan melakukan flight to safety dengan membeli emas,” kata Lukman.

Dia menambahkan, investor akan menanti hasil pada Rabu (17/7/2013) dan Kamis (18/7/2013) di mana The Fed akan merilis laporan semi tahunan yang akan memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai ekonomi di Amerika Serikat.

Nilai emas spot turun sebanyak 0,6% menjadi US$1.277,29 per ounce, dan diperdagangkan di US$1.281,12 pada Selasa (16/7) pukul 14.24 di Singapura. Harga naik ke level tertinggi sejak 24 Juni menjadi US$1.298,73 pada 11 Juli, setelah Gubernur the Fed Ben S. Bernanke menyatakan akan mempertahankan pembelian aset. (ltc)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

emas Harga Emas Hari Ini emas antam

Sumber : Bisnis Indonesia (17/7/2013)

Editor : Linda Teti Silitonga
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top