Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Detik-Detik Perceraian Bumi Resources dari Bumi Plc

BISNIS.COM, JAKARTA—Pemisahan Grup Bakrie dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dari Bumi Plc diyakini tinggal menunggu kesiapan dokumentasi legal dan diharapkan bisa dicapai kesepakatannya pada pekan depan.

BISNIS.COM, JAKARTA—Pemisahan Grup Bakrie dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dari Bumi Plc diyakini tinggal menunggu kesiapan dokumentasi legal dan diharapkan bisa dicapai kesepakatannya pada pekan depan.

Direktur NonEksekutif Bumi Plc Alexander Ramlie mengatakan rencana pemisahan tersebut masih on track, meski memang ada penundaan dari rencana awal 26 Juni.

“Memang menunda, kami sedang selesaikan mekanisme pemisahan. Detail-detail bagaimana kami pisah sama mereka harus diselesaikan dan didokumentasikan. Ini isu-isunya kan sangat kompleks semua,” ujarnya ketika ditemui di sela-sela acara RUPS Tahunan Bumi Resources, Jumat (28/6/2013).

Seperti diketahui, transaksi pemisahan tersebut lagi-lagi molor dari target awal 30 Mei, kemudian molor ke 26 Juni, dan terus molor hingga agenda RUPS Luar Biasa Bumi Plc yang akan dijadwalkan kemudian. Namun menurut Alex, transaksi ini tinggal sedikit lagi selesai.

“Ini dari dokumentasi legalnya aja, kalau sudah selesai, kami bisa umumkan. Kami akan announce hopefully minggu depan. [Realisasi] pembubarannya dalam satu bulan tapi persetujuan antara kita dan Grup Bakrie itu minggu depan,” ujar Alex.

Menurutnya, nilai transaksi pemisahan ini tidak berubah, yakni Grup Bakrie tetap harus membayar tunai US$278 juta. Alex pun membenarkan bahwa Grup Bakrie sudah memegang dana tunai tersebut. Namun ia enggan berkomentar terkait dari mana sumber dana tersebut.

“Harus tanya pihak Bakrie. Saya ngga tahu. Dan mereka ngga harus kasih tahu ke kita itu uangnya dari mana,” ujarnya.

Di sisi lain, Alex yang juga merupakan Presiden Direktur PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk (BORN) ini mengatakan BORN memiliki kepemilikan efektif di Bumi Plc sebesar 23,8%. Sebagai salah satu pemegang saham, pihaknya termasuk yang dirugikan dari berlarut-larutnya proses pemisahan Bumi Plc dari Grup Bakrie dan Bumi Resources. 

Namun, Borneo masih menghitung berapa besar kerugian perseroan di Bumi Plc pada tahun lalu, sejak ide pemisahan ini dilontarkan. Hal ini menyebabkan hingga sekarang Borneo belum bisa merilis laporan keuangan tahun buku 2012. 

“Kepemilikan kami di Bumi Plc itu 23,8%. Memang laporan keuangan BORN belum keluar, tapi secepatnya kami sedang selesaikan. Ini memang terkait beberapa isu dengan pencatatan Bumi Plc,” ujarnya.

Tiga opsi

Adapun uang tunai sebesar US$278 juta yang akan dibayarkan Grup Bakrie ke Bumi Plc itu sedang dikaji penggunaannya oleh manajemen Bumi Plc. Menurut Alex, ada tiga opsi penggunaan dana, yaitu untuk mendukung rencana ekspansi, membayar utang PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU)—yang juga anak usaha Bumi Plc, atau untuk membagikan dividen.

“Ada beberapa opsi sedang mereka pelajari. Di antara 3 opsi ini belum ada kepastian yang mana [yang akan diambil],” ujar Alex.

Pada kesempatan yang sama, Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan Bumi Resources Dileep Srivastava mengatakan perseroan tetap fokus pada target-target operasional tahun ini, di tengah isu yang sedang mendera pemegang saham.  

“Kami ngga terlibat dalam shareholder issue, ini kan hanya isu salah satu pemegang saham kami. Ini ngga ada hubungannya sama Bumi Resources,” ujarnya.

Menurutnya, Bumi Resources masih on track dalam mencapai target penjualan batu bara tahun ini sebesar 74 juta ton, naik 8,8% dari tahun lalu 68 juta ton. Selama 6 bulan pertama tahun ini, diperkirakan penjualan sudah mencapai 38 juta ton, naik 18,75% dari periode yang sama tahun lalu sebanyak 32 juta ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Sepudin Zuhri
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper