Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

WIJAYA KARYA Raih Kontrak Baru Rp6 triliun

BISNIS.COM, JAKARTA—Perusahaan konstruksi milik pemerintah, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) telah mendapatkan kontrak baru senilai Rp6 triliun hingga Mei 2013, atau 28,90% dari target kontrak baru tahun ini Rp20,76 triliun.
Ringkang Gumiwang
Ringkang Gumiwang - Bisnis.com 12 Juni 2013  |  15:30 WIB
WIJAYA KARYA Raih Kontrak Baru Rp6 triliun
Bagikan

BISNIS.COM, JAKARTA—Perusahaan konstruksi milik pemerintah, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) telah mendapatkan kontrak baru senilai Rp6 triliun hingga Mei 2013, atau 28,90% dari target kontrak baru tahun ini Rp20,76 triliun.

Sekretaris Korporat Wijaya Karya Natal Argawan Pardede mengatakan kontribusi kontrak baru terbesar hingga Mei 2013 disumbang dari konstruksi bangunan seperti terminal, rumah sakit dan lainnya sebesar Rp2,5 triliun.

“Kontrak ini belum termasuk dalam kontrak anak usaha perseroan misalnya dari PT Wika Beton maupun PT Wika Realty,” tuturnya saat konferensi pers di Jakarta, Rabu (12/6).

Salah satu kontrak baru yang diraih perseroan yakni pekerjaan engineering, procurement, construction dan commisioning (EPCC) of new condesate and diesel tanks British Petroleum Ltd (BP) dengan nilai kontrak US$39,82 juta.

Perseroan juga telah memperoleh proyek PLTU Cilacap, proyek PDAM Sunggal, proyek pembuatan Bandar Udara Miangas, proye pembangunan konstruksi sisi utara Bandara Samarinda Baru, dan proyek lanjutan pembangunan Bendungan Wain.

Selain itu, perseroan juga mendapatkan proyek pembangunan jalan Ram 3 dan jalan KM 13 Kariangau, proyek pembangunan jalan layang Simpang Air Hitam, proses perbaikan daruarat bencana erupsi Merapi, proyek Bengawan Solo Hulu dan proyek penanganan kali keruh Brebes.

“Dari sisi segmen usaha, a.l proyek dari segmen listrik menyumbang Rp1,3 triliun, beton Rp1 triliun, infrastruktur(sipil works) senilai Rp1 triliun, bangunan sebesar 2,5 triliun dan segmen mekanikal elektrikal 1,5 triliun,” tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wijaya karya
Editor : Bambang Supriyanto
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top