Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

INTRACO PENTA Optimistis Kinerja Keuangan Pulih Kuartal II & III

BISNIS.COM, JAKARTA—Distributor alat berat, PT Intraco Penta Tbk (INTA) optimistis kinerja pada kuartal II dan III tahun ini akan membaik, meski pada kuartal I terjadi penurunan dari sisi penjualan.  
Vega Aulia Pradipta
Vega Aulia Pradipta - Bisnis.com 08 Mei 2013  |  17:28 WIB
INTRACO PENTA Optimistis Kinerja Keuangan Pulih Kuartal II & III
Bagikan

BISNIS.COM, JAKARTA—Distributor alat berat, PT Intraco Penta Tbk (INTA) optimistis kinerja pada kuartal II dan III tahun ini akan membaik, meski pada kuartal I terjadi penurunan dari sisi penjualan.  

Presiden Direktur Intraco Penta Petrus Halim mengatakan berdasarkan pengalaman selama ini, selalu terjadi siklus bulan-bulan tertentu dalam pembelian alat berat.

“Ada siklusnya, siklus pembelian tertinggi itu pada kuartal II dan III. Kenapa? Karena itu lagi musim kering, jadi produksi lancar sehingga mereka [klien] butuh alat berat lebih banyak. Di bulan-bulan itu mereka rencanakan belanja modalnya,” ujarnya di sela-sela acara konferensi pers usai menggelar RUPS Tahunan hari ini, Rabu (8/5/2013).

Untuk diketahui, pendapatan perseroan per kuartal I/2013 sebesar Rp780,5 miliar, turun 13,3% dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp900,8 miliar. Total volume penjualan alat berat selama tiga bulan pertama tahun ini juga hanya 368 unit, turun 11,3% dari 415 unit.

Namun menurutnya, bukan berarti kinerja ini langsung dikali empat untuk mengetahui prospek kinerja tahunannya.

“Jadi kinerja kuartal I bukan indikator, hasilnya memang sudah masuk rencana kami. Kami tetap berharap tutup tahun nanti penjualan naik 15—20%,” ujarnya.

Petrus mengatakan perseroan memiliki kiat-kiat sendiri untuk mencapai target pertumbuhan 15—20% itu. Pertama, perseroan akan intensif melakukan pemasaran di bidang-bidang yang selama ini kontribusinya terhadap pendapatan masih kecil, yakni di infrastruktur, agribisnis, dan transportasi. Seperti diketahui, selama ini penetrasi pasar lebih banyak ke sektor pertambangan.

“Kiat kedua adalah dengan memberikan total solution provider. Hasilnya, meski penjualan turun namun laba bersih kuartal I/2013 naik [dari Rp36,37 miliar jadi Rp41,39 miliar],” ujar Petrus.

Petrus mengatakan salah satu solusi yang diberikan perseroan kepada para kliennya adalah klien bisa membeli alat berat yang sudah lama mereka sewa, saat harga komoditas sudah membaik dan saat kondisi keuangan klien juga sedang baik.

“Saat kondisi sedang tidak menentu seperti sekarang ini, mereka [klien] cenderung mengambil kebijakan yang lebih aman, yaitu menyewa alat berat dulu. Tapi saat harga komoditas naik, dia bisa menebusnya dengan cara membeli alat berat tersebut,” ujarnya.

Direktur Intraco Penta Willy Rumondor menambahkan dalam menghadapi tantangan turunnya harga batu bara, perseroan berhasil memitigasi penurunan di sektor pertambangan batu bara, dengan melakukan diversifikasi ke industri tambang lain seperti nikel, emas, dan bauksit.

Imam Liyanto, Head of Investor Relations dan Corporate Finance Intraco Penta menambahkan meski pada kuartal I/2013 pendapatan turun, tapi terjadi peningkatan dari sisi EBITDA dan laba sebelum pajak.

EBITDA (laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi) selama kuartal I/2013 menjadi Rp140,7 miliar, meningkat 22,6% dari Rp114,8 miliar. Sedangkan, laba sebelum pajak sebesar Rp61,9 miliar, naik 21% dari Rp51,3 miliar. Kenaikan ini berhasil terjadi didukung oleh efisiensi yang dilakukan perseroan. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

intraco penta
Editor : Sutarno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top