Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BURSA ASIA: Harga Saham Berjatuhan

BISNIS.COM, HONGKONG—Bukan hanya AS dan Eropa. Bursa Asia pun melemah akibat pertumbuhan ekonomi AS dan China di bawah prediksi. Bahkan indeks yang menjadi patokan regional mengalami kemunduran terbesar dalam 20 bulan terakhir ini.
Martin Sihombing
Martin Sihombing - Bisnis.com 16 April 2013  |  00:32 WIB
BURSA ASIA: Harga Saham Berjatuhan
Bagikan

BISNIS.COM, HONGKONG—Bukan hanya AS dan Eropa. Bursa Asia pun melemah akibat pertumbuhan ekonomi AS dan China di bawah prediksi. Bahkan indeks yang menjadi patokan regional mengalami kemunduran terbesar dalam 20 bulan terakhir ini.

Jiangxi Copper Co, produsen tembaga terbesar China, turun 4,9%  di Hong Kong. Nissan Motor Co (7201), sebuah produsen mobil Jepang  yang 32%   pendapatannya diraih dari penjualan di Amerika Utara, turun 3,9% Ini  akibat  penjualan ritel AS turun secara tidak  terduga.

Mando Corp anjlok 15%  di Seoul akibat Midas Asset Management International Ltd mengatakan akan menjual saham miliknya setelah produsen pembuat suku cadang otomotif itu  ingin menyelamatkan afiliasi konstruksi yang tidak menguntungkan.

MSCI Asia Pacific Index turun 0,7%  menjadi 137,22 pada 08:25 di Tokyo ini dipicu oleh kondisi produk domestik bruto China yang naik 7,7% pada kuartal pertama, di bawah estimasi ekonom, 8%.

"Untuk sementara, prospek jangka menengah adalah  OK. Namun, orang  harus mencerna fakta bahwa beberapa aliran fakta berita jangka pendek tidak cukup baik," Angus Gluskie, managing director White Funds Management,  di Sydney, yang mengawasi lebih dari US$350 juta,  sebelum data China dirilis. "Tidak ada keraguan pertumbuhan China selama 5 tahun-6 tahun ke depan bakal berada pada kecepatan yang lebih dewasa dari satu dekade terakhir ini. Tapi perkiraan kami,  tingkat pertumbuhan masih bakal lebih rendah. "

China Shanghai Composite Index (SHCOMP) turun 1,1%, juga akibat prediksi peretumbuhan ekonomi China (7,7%) masih di bawah  estimasi pertumbuhan  41 ekonom yang disurvei oleh Bloomberg dan  7,9%  pada tiga bulan sebelumnya sepert termuat dalam laporan  Biro Statistik Nasional.

Hong Kong Hang Seng Index (HSI) tergelincir 1,4%,. Indeks Kospi Korea Selatan turun 0,2%  dan T/msb)aiwan Taiex Index turun 0,7 % . Australia S & P/ASX 200 Index turun 0,9%  dan hanya Indeks NZX 50 Selandia Baru naik 0,4%, satu-satunya ukuran patokan di Asia Pasifik yang meningkat di luar India.

Saham Nikkei 225  turun 1,6%  setelah data China dan  Departemen Keuangan AS mengatakan akan mendesak Jepang untuk menahan diri dari mengejar kebijakan untuk mendevaluasi mata uangnya. Ekonomi negara telah menunjukkan tanda-tanda meningkat, kata Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda  di Tokyo hari ini.

S & P 500 futures turun 0,5% . Indeks itu turun 0,3%  pada 12 April setelah laporan penjualan ritel AS dan sebagaian komoditas anjlok dan membuat  sentimen konsumen tergelincir.(Bloomberg/msb)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Sumber : Bloomberg

Editor : Martin Sihombing
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top