Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

HARGA MINYAK: Didongkrak Laporan Inflasi China & Nuklir Iran

BISNIS.COM, NEW YORK--Sebuah laporan inflasi yang lemah dari China, rencana nuklir Iran dan dolar yang lebih lemah membantu mengangkat harga minyak pada Selasa (Rabu pagi WIB), ketika pasar menunggu data persediaan minyak Amerika Serikat. Kontrak utama
Martin Sihombing
Martin Sihombing - Bisnis.com 10 April 2013  |  06:28 WIB

BISNIS.COM, NEW YORK--Sebuah laporan inflasi yang lemah dari China, rencana nuklir Iran dan dolar yang lebih lemah membantu mengangkat harga minyak pada Selasa (Rabu pagi WIB), ketika pasar menunggu data persediaan minyak Amerika Serikat.

Kontrak utama New York, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei, ditutup pada US$94,20 per barel, naik 84 sen dari Senin.

Minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Mei melonjak US$1,57 menjadi menetap di US$106,23 per barel di perdagangan London.

Harga WTI naik "setelah China melaporkan inflasinya berkurang lebih dari yang diperkirakan orang," kata Bart Melek dari TD Securities.

Pemerintah China mengatakan indeks harga konsumen negara itu naik 2,1% pada Maret, jauh di bawah tertinggi 10 bulan sebesar 3,2% pada Februari dan di bawah angka IHK 2,4%  yang diperkirakan oleh para analis.

Perlambatan inflasi mengurangi kekhawatiran investor bahwa Beijing ingin mengetatkan kebijakan moneternya jika inflasi memanas.

Pedagang juga mencerna pengumuman Iran tentang sebuah fasilitas produksi uranium dan dua tambang ekstraksi baru hanya beberapa hari setelah pembicaraan dengan kekuatan dunia tentang sengketa program nuklirnya berakhir buntu lagi.

"Harga didukung oleh berita bahwa Iran meluncurkan dua program nuklir baru," kata James Williams dari WTRG Economics.

Robert Yawger dari Mizuho Securities mengatakan pelemahan dolar dan antisipasi laporan persediaan minyak AS juga telah mendukung pasar.

Sebuah greenback yang lemah membuat harga minyak dalam dolar lebih menarik bagi para pembeli yang menggunakan mata uang kuat.

Pada Rabu, laporan mingguan persediaan minyak Deparmen Energi AS (DoE) diperkirakan menunjukkan peningkatan lain dalam pasokan minyak mentah, ke tingkat tertinggi mereka dalam 22 tahun, kata Matt Smith dari Schneider Electric.

Menurut analis yang disurvei oleh Dow Jones Newswires, DoE akan melaporkan peningkatan 1,2 juta barel minyak mentah dalam pekan yang berakhir 5 April.

Stok bensin di ekonomi terbesar dunia itu diperkirakan telah turun 1,5 juta barel, dan sulingan, termasuk bahan bakar diesel dan pemanas, diproyeksikan turun 900.000 barel.(msb)

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Minyak inflasi china nuklir iran

Sumber : Antara/AFP

Editor : Martin Sihombing
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top