Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BURSA AS: Ditutup Berjatuhan, Indeks S&P 500 Terseret ke Level 1.553,69

BISNIS.COM, NEW YORK—Bursa saham AS jatuh pada penutupan perdangangan kemarin, Rabu (3/4/2013), menyeret indeks S&P 500 turun dari rekornya, seiring saham-saham sektor energI dan keuangan yang turun setelah harga minyak jatuh dan lebih buruk
Achmad Aris
Achmad Aris - Bisnis.com 04 April 2013  |  06:43 WIB
BURSA AS: Ditutup Berjatuhan, Indeks S&P 500 Terseret ke Level 1.553,69
Bagikan

BISNIS.COM, NEW YORK—Bursa saham AS jatuh pada penutupan perdangangan kemarin, Rabu (3/4/2013), menyeret indeks S&P 500 turun dari rekornya, seiring saham-saham sektor energI dan keuangan yang turun setelah harga minyak jatuh dan lebih buruk dari perkiraan yang memicu kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks S&P 500 turun 1,1% ke level 1.553,69 pada pukul 4 sore di New York, penurunan terbesar sejak 25 Februari.

Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average turun 111,66 poin atau 0,8% ke level 14.550,35. Indeks Russel 200 turun 1,7%. Sebanyak 7,2 miliar saham ditransaksikan di bursa Wall Street atau 14% di atas rerata 3 bulan.

Saham-saham yang berkontribusi negatif terhadap pergerakan bursa Wall Street a.l. Bank of America Corp dan Morgan Stanley yang turun lebih dari 2,7%. Saham Pulte Group Inc tergelincir 4,3% sedangkan saham Zynga Inc naik 15% setelah menyatakan akan memperkenalkan judi online di Inggris.

“Dua data yang muncul di bawah ekspektasi telah membuat ketakutan pasar modal hari ini,” kata Chad Morganlander, Manajer Investasi Stifel Nicolaus & Co seperti dikutip Bloomberg.

“Orang-orang fokus pada laporan pekerjaan dan jumlah ADP yang akan membuat investor lebih bergairah,” tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dow jones bursa wall street s&p 500
Editor : Others
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top