Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

PREDIKSI INDEKS: Inflasi Bisa Tekan IHSG

BISNIS.COM,JAKARTA—Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (2/4) diperkirakan akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah terbatas. Analis PT Panin Sekuritas Tbk Purwoko Sartono menilai IHSG akan bergeraka mixed dengan

BISNIS.COM,JAKARTA—Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (2/4) diperkirakan akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah terbatas.
 
Analis PT Panin Sekuritas Tbk Purwoko Sartono menilai IHSG akan bergeraka mixed dengan kecenderungan melemah seiring pasca berakhirnya musim laporan keuangan 2012.
 
“Pasca berakhirnya musim laporan keuangan tahun buku 2012, kami melihat IHSG akan cenderung konsolidasi. Kisaran support-resistance 4.920-4.960,” ujarnya, , Senin (1/4).
 
Selain itu, lanjutnya, hasil data inflasi yang diatas ekspektasi dan defisit perdagangan yang kembali negatif akan menjadi katalis negatif bagi pasar. Tingginya inflasi membuka kekhawatiran akan kenaikan suku bunga acuan di masa mendatang.
 
Menurutnya, katalis negatif dari dalam negeri menahan berita positif dari eksternal a.l seperti pertumbuhan ekonomi AS Q4/2012 direvisi dari 0,1% menjadi 0,4%.
 
Selain itu, lanjutnya, data klaim tunjangan pengangguran yang lebih buruk dari perkiraan, diperkirakan akan ditanggapi positif. Artinya The Fed masih akan terus mengucurkan stimulus untuk mengangkat pasar tenaga kerja AS.
 
Berbeda pendapat dengan diatas, analis PT Sinarmas Sekuritas Christandi Rheza mengatakan pergerakan indeks akan menguat terbatas seiring dengan sentimen pemerintah China yang akan melonggarkan kontrol atasinterest rate dan nilai tukar yuan.
 
“Angka support-resistance akan berada di kisaran 4.905-4.957. Sementara untuk saham pilihan yang dapat dicermati a.l saham ICBP, SMCB , ACES, dan AISA,” katanya.
 
Menurutnya, data manufaktur China tercatat naik pada bulan lalu, sehingga mengindikasikan pemulihan ekonomi negara tersebut.
 
Sementara itu dari dalam negeri, data inflasi Indonesia Maret 2013 tercatat 5.9% secara tahunan. Dengan tingginya tingkat inflasi tersebut, dia menilai ada kemungkinan tingkat suku bunga BI rate akan dinaikkan dari level 5.75%.
 
Adapun data dari manufacturing AS, lanjutnya diperkirakan akan ikut memberikan sentimen tambahan terhadap pergerakan indeks.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Others
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper