Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

BURSA ASIA: MSCI Asia Pasifik Turun 0,2% ke 134,87 Poin

BISNIS.COM, TOKYO--Bursa saham Asia jatuh akibat kekhawatiran krisis utang Eropa semakin dalam dan penurunan penjualan rumah tertunda AS yang berpotensi meredam prospek pendapatan eksportir Asia.Berdasarkan data Bloomberg, indeks MSCI Asia Pasifik turun

BISNIS.COM, TOKYO--Bursa saham Asia jatuh akibat kekhawatiran krisis utang Eropa semakin dalam dan penurunan penjualan rumah tertunda AS yang berpotensi meredam prospek pendapatan eksportir Asia.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks MSCI Asia Pasifik turun 0,2% ke level 134,87 hingga pukul 9.18 pagi di Tokyo sebelum bursa Hong Kong dan China dibuka.

Sebanyak 2 saham turun untuk setiap yang menguat dengan penaikan 0,4% pada perdagangan kemarin.

Penurunan indeks acuan Asia itu dipicu oleh penurunan saham Sony Corp, produsen eletronik yang 38% pendapatannya berasal dari Eropa dan AS itu turun 3%.

Saham Nufarm Ltd, suplier bahan kimia pertanian terbesar di Australia itu merosot 14% di Sydney setelah menyatakan laba pada sepanjang tahun kemungkinan turun sebanyak 31%.

"Sentimen tentang Eropa adalah buruk," kata Stephen Halmarick, Kepala Riset Investasi Pasar di Colonial First State Global Asset Management yang berbasis di Sydney seperti dikutip Bloomberg.

Sepanjang tahun ini, indeks MSCI Asia Pasifik telah naik 5,2% per kemarin di tengah peningkatan data ekonomi AS dan spekulasi bahwa Jepang akan mengerahkan lebih banyak stimulus.

MSCI Asia Pasifik ditransaksikan dengan PER 15,1 kali atau lebih tinggi dibandingkan dengan S&P 500 yang hanya 14,1 kali dan Stoxx Europe 600 12,6 kali.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Achmad Aris
Editor : Others
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper