Ancol Siapkan Rp30 Miliar Bangun Waterpark Di Ragunan

BISNIS.COM, JAKARTA--Perusahaan pengelola taman hiburan dan pengembang properti PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) melakukan ekspansi membangun water park kerjasama dengan kebun binatang Ragunan. Perseroan bakal menginvestasikan belanja modalnya sebesar
Akhirul Anwar
Akhirul Anwar - Bisnis.com 21 Maret 2013  |  16:25 WIB

BISNIS.COM, JAKARTA--Perusahaan pengelola taman hiburan dan pengembang properti PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) melakukan ekspansi membangun water park kerjasama dengan kebun binatang Ragunan. Perseroan bakal menginvestasikan belanja modalnya sebesar Rp30 miliar-Rp40 miliar.


Direktur Utama Pembangunan Jaya Ancol Budi Karya Sumadi mengatakan rencana ekspansi ini butuh persetujuan pemegang saham. Mayoritas pemegang saham PJAA adalah Pemprov DKI Jakarta sebesar 72%, PT Pembangunan Jaya 18% dan masyarakat 10%.


"Kami mau buat semacam waterpark di Ragunan. Investasinya nggak besar Rp30 miliar-Rp40 miliar diambilkan dari capex tahun ini kira-kira Rp1 triliun," katanya usai menemui Wagub DKI Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama di Balaikota, Kamis (21/3/2013).


Pada prinsipnya Ahok setuju usulan ekspasi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI tersebut. Namun butuh laporan kepada Gubernur dan dukungan pemegang saham yang lain. Perseroan menargetkan pembangunan water park terlaksana tahun ini.


Sejauh ini kinerja Ancol menjadi salah satu penyumbang aktif Pendapatan Asli Daerah (PAD). Tahun ini perseroan menargetkan pertumbuhan laba bersih 12% sampai 15% dari tahun lalu Rp177 miliar. Penjualan meningkat 20% dari Rp1,150 triliun menjadi Rp1,350 triliun.

Adapun sejumlah rencana perusahaan untuk mendongkrak pendapatan dengan membangun apartemen, townhouse, intensifikasi indoor Dunia Fantasi (Dufan), ecopark dll. Sejauh ini Dufan memberi kontribusi terhadap labar bersih antara 30% - 35%.


"Dufan kontribusi kira kira 30% - 35% dari seluruh earning. Target pertumbuhan kita sementara ini 12% - 15%, sales nya mungkin agak tinggi 20%," imbuh Budi.


Disinggung mengenai dividen yang diberikan kepada Pemprov tidak jauh dari tahun lalu Rp50 miliar. Rasio pembagian dividen adalah 45% dari laba bersih untuk DKI dan publik. Menurut Budi, Ancol masih menjanjikan bagi Pemprov karena setiap tahun memberikan dividen.


"Yang disumbang ke APBD kira kira 45% dari laba. Jadi 45% sebagian publik, yang DKI 75% persen sekitar Rp50 miliar. Yang penting entertaint orang tapi tetap bisa ngasih uang," pungkas Budi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ancol, bumd dki

Editor : Others

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top