Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

BACKDOORLISTING: Transaksi Golden Mines Kembali DIperpanjang Sampai 31 Maret 2013

JAKARTA--Proses negosiasi rencana transaksi backdoor listing PT Golden Energy Mines Tbk di Bursa Efek Singapura kembali diperpanjang untuk kedua kalinya hingga 31 Maret 2013.Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk, induk

JAKARTA--Proses negosiasi rencana transaksi backdoor listing PT Golden Energy Mines Tbk di Bursa Efek Singapura kembali diperpanjang untuk kedua kalinya hingga 31 Maret 2013.

Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk, induk usaha Golden Energy Mines, Hermawan Tarjono mengatakan perpanjangan jangka waktu tersebut dimaksudkan supaya para pihak dapat melakukan negosiasi lebih lanjut terkait pelaksanaan rencana transaksi.

"Perseroan, GMR Coal Resources Pte Ltd, dan PT United Fiber System Ltd, telah mencapai kesepakatan pada 28 Februari 2013 untuk kembali memerpanjang long stop date dalam share purchase agreement menjadi 31 Maret 2013," katanya dalam keterbukaan informasi, Jum'at (1/3).

Manajemen PT Golden Energy Mines Tbk sebelumnya menyatakan nilai keseluruhan transaksi backdoorlisting atas United Fiber System Ltd (UFS) mencapai S$2,24 miliar atau setara US$1,95 miliar.

Berdasarkan catatan Bisnis, nilai transaksi tersebut naik sebesar 44,51% dari nilai transaksi awal sebagaimana termaktub dalam prospektus transaksi ini sebesar S$1,55 miliar.

Perpanjangan long stop date dalam share purchase agreement (SPA) hingga 28 Februari 2013 dilakukan agar para pihak memiliki kesempatan untuk melakukan negosiasi lebih lanjut terkait pelaksanaan rencana transaksi tersebut.

Pada saat ini, UFS dan emiten berkode GEMS itu sedang menyelesaikan audit atas laporan keuangan 31 Desember 2012.

Manajemen emiten berkode GEMS sebelumnya juga menyatakan rencana transaksi ini tidak akan mengakibatkan perubahan pengendalian terhadap perseroan karena pada saat dilaksanakannya penjualan dan pengalihan saham-saham perseroan milik PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) kepada UFS, DSSA telah menjadi pengendali UFS yang memiliki kurang lebih 65,2% saham UFS.

Hermawan pernah mengatakan alasan akuisisi tidak langsung UFS adalah untuk meraih pinjaman dengan bunga rendah, karena UFS dapat mencarikan pinjaman untuk Golden Energy Mines.

UFS saat ini merupakan memegang konsesi hutan seluas 200.000 hektare di Kalimantan Selatan di mana tambang milik Golden Energy Mines berada.

Perusahaan Singapura yang dipimpin Pauline Lee memiliki tiga perusahaan kayu dan kertas di Kalimantan, yaitu PT Hutan Rindang Banua, PT Mangium Anugerah Lestari, dan PT Marga Buana Bumi Mulia.(msb)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Achmad Aris
Editor : Others
Sumber : Achmad Aris
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper