Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

HARGA MINYAK: Pemilu Italia seret harga naik

LONDON-- Harga minyak dunia naik pada Senin didorong dolar yang lebih lemah, tetapi pasar memangkas keuntungan awal ketika hasil jajak pendapat menunjukkan tidak ada pemenang yang jelas dari pemilihan umum Italia, kata para analis. Minyak mentah Brent
Martin Sihombing
Martin Sihombing - Bisnis.com 26 Februari 2013  |  06:58 WIB

LONDON-- Harga minyak dunia naik pada Senin didorong dolar yang lebih lemah, tetapi pasar memangkas keuntungan awal ketika hasil jajak pendapat menunjukkan tidak ada pemenang yang jelas dari pemilihan umum Italia, kata para analis.

Minyak mentah Brent North Sea, tulis AFP dan dikutip Antara, melaporkan untuk pengiriman April naik 52 sen menjadi US$114,62 per barel dalam akhir transaksi sore di London, setelah sebelumnya naik hingga setinggi US$115,87.

Kontrak utama New York, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk penyerahan April, naik 10 sen menjadi US$93,23 per barel. WTI sebelumnya telah melompat ke 94,46 dolar AS.

"Kurs dolar AS yang lemah pada awalnya mendorong harga komoditas naik dengan harga minyak Brent dan WTI sedikit lebih tinggi didukung pasar ekuitas yang menguat," kata analis CMC Markets Michael Hewson.

"Pasar ekuitas pada sore dilanda aksi jual dan rebound pada dolar AS segera menempatkan sebagian besar dari mereka dalam keuntungan."

Pasar saham Eropa melaju naik di tengah gejolak pemilihan umum Italia pada Senin, karena jajak pendapat awalnya memberikan kemenangan tipis pada partai kiri-tengah tetapi kemudian memerost lagi sehingga kemungkinan sebuah koalisi diperlukan.

Dalam transaksi valuta asing, mata uang tunggal Eropa sempat melonjak di atas US$1,33 karena prospek kemenangan jelas oleh kiri-tengah Italia, tetapi kemudian turun kembali menjadi US$1,3197. Itu masih naik sedikit dari US$1,3189 pada Jumat.

Greenback yang melemah membuat minyak yang dihargakan dalam dolar lebih murah untuk pembeli yang menggunakan mata uang kuat, merangsang permintaan dan memicu tingkat harga minyak mentah lebih tinggi.

"Sentimen berubah setelah perkiraan dari penghitungan suara awal pemilihan umum Italia menunjukkan Silvio Berlusconi berada di depan di Senat," kata analis Fawad Razaqzada dari GFT Markets.

"Ini menyebabkan euro jatuh tajam, mendorong dolar AS dan lainnya aset safe haven lainnya meningkat."

Miliarder dan perdana menteri tiga kali Berlusconi, 76, telah mengobarkan kampanye populis, menyalahkan Jerman untuk kesulitan ekonomi Italia dan menjanjikan untuk mengembalikan pajak properti yang tidak populer kepada warga Italia.

Sementara partai kiri-tengah yang dipimpin oleh Pier Luigi Bersani telah berjanji untuk melanjutkan disiplin anggaran jika ia memenangkan pemilihan umum, untuk menyenangkan pasar-pasar keuangan.

Pasar minyak telah jatuh di perdagangan Asia pada Senin, menyusul berita perlambatan dalam kegiatan manufaktur di China, yang merupakan konsumen energi terbesar dunia.

Pertumbuhan manufaktur China mencapai titik terendah dalam empat bulan pada Februari, tetapi tetap positif, kata raksasa perbankan Inggris HSBC, Senin, tetapi juga mencatat bahwa ekonomia terbesar kedua di dunia itu masih pulih perlahan-lahan.

Indeks pembelian manajer (PMI) awal bank berdiri di 50,4 untuk Februari, turun dari 52,3 akhir Januari, katanya dalam sebuah pernyataan. Angka itu disesuaikan secara musiman untuk memperhitungkan liburan Tahun Baru Imlek yang jatuh pada tengah bulan.

Angka di atas 50 menunjukkan ekspansi dan itu bulan pertumbuhan keempat berturut-turut, setelah 12 bulan kontraksi.

Pekan lalu, minyak mentah berjangka telah turun di tengah kekhawatiran berakhirnya program stimulus AS di tengah ketegangan ekonomi global dan lemahnya permintaan minyak di konsumen utama Amerika Serikat, kata para pedagang.(msb)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Minyak produksi minyak pm italia

Sumber : Martin Sihombing

Editor : Others
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top