Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

HARGA EMAS: Turun 0,4% Ke Level US$1.572,80/Ounce

NEW YORK-Harga emas dunia merosot ke level terendah dalam 7 bulan seiring sinyal optimisme ekonomi yang mengikis permintaan logam mulia sebagai save-haven aset.

NEW YORK-Harga emas dunia merosot ke level terendah dalam 7 bulan seiring sinyal optimisme ekonomi yang mengikis permintaan logam mulia sebagai save-haven aset.

Tingkat kepercayaan bisnis Jerman dilaporkan meningkat ke level tertinggi dalam 10 bulan pada Februari. Harga emas telah turun dalam pekan ketiga berturut-turut di tengah spekulasi the Fed akan menghentikan stimulus moneter AS.

“Dunia tidak berantakan dan emas tidak lagi diperlukan,” kata Adam Klopfenstein, Analis Senior Archer Financial Services Inc di Chicago seperti dikutip Bloomberg, hari ini (23/3).

“Kenyataan bahwa AS berbicara tentang berakhirnya program stimulus memberitahukan kita bahwa ekonomi AS relatif berjalan dengan baik,” tuturnya.

Harga emas berjangka untuk pengiriman April turun 0,4% pada penutupan perdagangan ke level US$1.572,80 per ounce pada pukul 1.50 sore di Comex New York, level penutupan terendah sejak 18 Juli. Harga logam turun 2,3% pada pekan ini, secara keseluruhan telah turun 11% dalam 12 bulan terakhir.

Harga perak untuk pengiriman Mei juga turun 0,8% ke level US$28,52 per ounce,level terendah penutupan sejak 17 Agustus. Pekan ini, harga telah jatuh 4,5%, penurunan 3 hari berturut-turut. Harga logam itu telah merosot 17% dalam 12 bulan terakhir.

Di New York Mercantile Exchange,harga platinum berjangka untuk pengiriman April turun 0,8% ke level US$1.607,40 per ounce. Pekan ini, harga logam turun 4,2%, penurunan terdalam sejak pertengahan Desember.

Harga palladium berjangka untuk pengiriman Maret naik 0,2% ke level US$735,30 per ounce. Pekan ini, harga palladium telah turun 2,4%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Achmad Aris
Editor : Others
Sumber : Achmad Aris
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper