Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

AKSI KORPORASI: Cowell Dapat Kredit Rp130 Miliar Dari Bank Victoria

JAKARTA—PT Cowell Development Tbk telah menandatangani pinjaman fasilitas kredit baru sebesar Rp130 miliar dari Bank Victoria International Tbk untuk digunakan sebagai modal kerja perseroan pada tahun depan. Corporate Secretary Cowell Development
Abraham Runga
Abraham Runga - Bisnis.com 26 Desember 2012  |  20:16 WIB

JAKARTA—PT Cowell Development Tbk telah menandatangani pinjaman fasilitas kredit baru sebesar Rp130 miliar dari Bank Victoria International Tbk untuk digunakan sebagai modal kerja perseroan pada tahun depan. Corporate Secretary Cowell Development Darwin F Manurung mengatakan fasilitas kredit baru dari Bank Victoria International tersebut telah diterima perseroan pada 21 Desember 2012. “Fasilitas sebesar Rp130 miliar tersebut, akan digunakan oleh perseroan sebagai modal kerja, konstruksi dan pengembangan proyel lainnya,” katanya dalam keterbukaan informasi, Rabu (26/12). Dalam keterbukaan informasi juga menyebutkan fasilitas kredit tersebut memiliki tenor hingga 42 bulan sejak penandatanganan perjanjian kredit. Meskipun demikian, dalam keterbukaan tersebut tidak disebutkan berapa nilai tingkat bunga fasilitas pinjaman tersebut. Sebelumnya emiten berkode COWL ini juga menggalang dana, dengan melakukan aksi rights issue sebagai upaya untuk mengakuisisi 99,98% saham Boliden Properties Ltd pada PT Plaza Adika Lestari. Perseroan berharap dari akusisi tersebut dapat meningkatkan porsi pendapatan berulang menjadi 40% dari total pendapatan. Perseroan mengaku pendapatan usaha perseroan hanya ditopang oleh penjualan hunian tapak dan hunian vertikal. Tim Riset dari e-trading securities menyebutkan rights issue ini akan menurunkan nilai earning per share (EPS),  sehingga menaikkan price to earning ratio (PER) dari Cowell. “[PER] Cowell yang sebelumnya hanya 2,4x menjadi 15,6x, masih relatif rendah dibandingkan dengan PER sektor yang berada di kisaran 22-25x,” ujarnya dalam riset. Meskipun demikian, lanjutnya, perseroan harus memperhatikan kondisi makro dan tujuan penggunaan dari dana hasil rights issue tersebut, sehingga mampu meningkatkan kinerja dan bersinergi dengan usaha inti perusahaan.  (if) 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Wan Ulfa Nur Zuhra

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top