KINERJA EMITEN: Voksel Patok Kenaikan Omzet 16,2% Jadi Rp2,87 Triliun

JAKARTA – PT Voksel Electric Tbk menargetkan dapat membukukan penjualan tahun depan mencapai Rp2,87 triliun. Angka tersebut bertumbuh 16,2% dari proyeksi akhir tahun ini yang ditargetkan Rp2,47 triliun.
Andhina Wulandari | 17 Desember 2012 15:40 WIB

JAKARTA – PT Voksel Electric Tbk menargetkan dapat membukukan penjualan tahun depan mencapai Rp2,87 triliun. Angka tersebut bertumbuh 16,2% dari proyeksi akhir tahun ini yang ditargetkan Rp2,47 triliun.

Sementara untuk target laba, emiten dengan kode VOKS ini yakin bisa mencatatkan pertumbuhan sebesar 22,5% atau menjadi Rp174 miliar dari perolehan tahun ini yang diperkirakan Rp142 miliar.

Presiden Direktur Voksel Electric Heru Gondokusumo mengatakan peningkatan tersebut seiring dengan rencana perseroan untuk memperbesar kapasitas mengingat permintaan power kabel dan optical fiber yang terus bertumbuh seiring dengan banyaknya proyek di tahun depan.

“Target kami sales bisa mencapai Rp2,87 triliun dan laba bersih Rp174 miliar dengan melakukan efisiensi biaya dan meningkatkan penjualan kabel untuk proyek swasta dan pemerintah,” ucapnya dalam paparan publik hari ini, Senin (17/12/2012).

Dari total penjualan tersebut, menurutnya 60% masih disumbang dari permintaan power kabel untuk transmisi dan distribusi line baik oleh PLN maupun pihak swasta. 10% berasal dari telkom, 20% untuk kebutuhan optical fiber, dan 10% sisanya dikontribusi dari penjualan ekspor.

Untuk ekspansi dan peningkatan kapasitas produksi, perusahaan berdiri sejak 1971 ini menyiapkan belanja modal sebesar Rp40 miliar pada tahun depan yang berasal dari sumber pendanaan internal.

Dari total tersebut, lebih dari 50% diantaranya dialokasikan untuk penggantian mesin-mesin produksi baru, sehingga bisa memperbesar kapasitas produksi sekaligus meningkatkan efisiensi.

Sementara sisanya untuk pembangunan gedung, dan supporting. “Pendanaannya dari internal karena EBITDA kami masih Rp248 miliar jadi masih cukup untuk mendanai Capex,” tuturnya.

Untuk kapasitas produksi, VOKS menargetkan dapat meningkatkan sekitar 17% menjadi 27.500 ton, sedangkan kapasitas tembaga diproyeksikan menjadi 9.000 ton atau naik 38,5% dari tahun ini sebanyak 6.500 ton.

Sedangkan untuk fiber optik, Heru menargetkan dapat meningkatkan kapasitas menjadi 1,44 juta fiberkor km dari kebutuhan tahun ini 1,2 juta fiberkor km mengingat besarnya kebutuhan kabel data di tahun depan.

Apalagi perseroan telah menjadi vendor untuk penggantian dari kabel tembaga ke kabel optik kepada PT Inti dan PT LEN. Selain itu, kebutuhan fiber optik dari PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) pun akan meningkat karena adanya penyambungan GPS yang menggunakan kabel optik. (sut)

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup