Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

RIGHTS ISSUE: Permata Prima berpotensi kuasai saham Gunung Agung

JAKARTA – PT Permata Prima Energi berpotensi menjadi pemegang saham mayoritas PT Toko Gunung Agung Tbk dengan porsi kepemilikan hingga 94,86% saham melalui rencana rights issue 960 juta lembar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp500 per saham.
Andhina Wulandari
Andhina Wulandari - Bisnis.com 13 Desember 2012  |  19:22 WIB

JAKARTA – PT Permata Prima Energi berpotensi menjadi pemegang saham mayoritas PT Toko Gunung Agung Tbk dengan porsi kepemilikan hingga 94,86% saham melalui rencana rights issue 960 juta lembar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp500 per saham.

Berdasarkan prospektus PT Toko Gunung Agung yang dipublikasikan Kamis, (13/12/2012) seluruh dana yang diperoleh dari Penawaran Umum Terbatas I ini Rp480 miliar akan digunakan untuk rencana akuisisi 99,79% saham perusahaan pertambangan PT Permata Energy Resource (PER)

Untuk pelaksanaan akuisisi tersebut, emiten dengan kode TKGA ini telah menandatangani shares subscription agreement (SSA)  tertanggal 12 Desember dengan PT Permata Investas, PT Permata Buana Makmur, dan PT Permata Energy Resource, dengan demikian perseroan akan menjadi pemegang saham mayoritas PER.

Pengambilalihan saham PER, sejalan dengan rencana perseroan mengubah kegiatan usaha utama dari bidang perdagangan dan percetakan menjadi pertambangan dan perdagangan hasil tambang.

PER memiliki lima entitas anak usaha yang terdiri dari perusahaan produsen batu bara dan infrastuktur yakni PT Riau Baraharum, PT Nusantara Termal Coal, PT Karya Generasi Sejahtera, KBS yang bergerak di bidang infrastruktur, dan Stoneoak Pte Ltd.

Perseroan menilai dengan mengubah bisnis usaha, maka akan menjadikan perusahaan yang memiliki investasi strategis di bidang pertambangan, nilai kapitalisasi pasar perseroan akan meningkat secara berkala sehingga berpotensi menjadi salah satu pilihan menarik.

Selain itu juga diharapkan dapat meningkatkan kinerja perseroan di masa mendatang mengingat sektor pertambangan yang dinilai masih akan berkembang di masa mendatang.

Seiring dengan perubahan usaha, perusahaan yang pertama kali go public pada 1992 ini akan mendivestasi seluruh aktiva dan pasiva yang terkait dengan kegiatan usaha toko buku dan percetakan kepada pihak terafiliasi yakni PT GA Tiga Belas (GATB).  (Foto:penerbitanbuku.wordpress.com) (msb)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Dewi Andriani

Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top