Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

OBLIGASI KORPORASI: Sebulan, kepemilikan asing naik hampir Rp1 triliun

JAKARTA--Hanya dalam 1 bulan, jumlah kepemilikan asing pada pasar obligasi korporasi meningkat sebesar Rp949 miliar menjadi Rp11,64 triliun pada November 2012 dari posisi Oktober 2012 sebesar Rp10,69 triliun.Porsi tersebut setara dengan 6,45% dari total

JAKARTA--Hanya dalam 1 bulan, jumlah kepemilikan asing pada pasar obligasi korporasi meningkat sebesar Rp949 miliar menjadi Rp11,64 triliun pada November 2012 dari posisi Oktober 2012 sebesar Rp10,69 triliun.Porsi tersebut setara dengan 6,45% dari total oustanding obligasi korporasi sebesar Rp180,65 triliun.Berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), peningkatan porsi kepemilikan asing telah terjadi sejak awal tahun lalu dengan peningkatan mencapai Rp4,2 triliun dari posisi Januari2012 yang hanya Rp7,44 triliun.Head Of Debt Capital Market PT Trimegah Securities Tbk Herdi Ranu Wibowo memandang peningkatan jumlah kepemilikan asing pada pasar obligasi korporasi tersebut akan berdampak positif mendorong likuiditas pasar obligasi korporasi dalam negeri yang selama ini likuiditasnya masih rendah."Masuknya asing juga menunjukkan risk preference mereka terhadap obliasi korporasi Indonesia semakin bagus," katanya saat dihubungi Bisnis, Rabu (5/11).Menurutnya, investor lokal di pasar obligasi domestik seperti dana pensiun, asuransi, dan reksa dana, sudah cukup mature untuk mengantisipasi kondisi seandainya terjadinya sudden reversal."Harapannya porsi kepemilikan asing ke depannya bisa terus meningkat hingga 20%-25% dari total oustanding agar lebih efektif dalam mendorong likuiditas pasar obligasi korporasi," jelasnya.Lebih lanjut, Herdi mengatakan momentum masuknya investor asing ke pasar obligasi korporasi tersebut harus tetap dijaga dan dipertahankan dengan menjaga tingkat inflasi."Pemerintah melalui regulator juga harus ikut mendorong pengembangan pasar obligasi korporasi agar lebih likuid karena jika likuiditas terpenuhi, asing dengan sendirinya akan masuk," tuturnya.Analis obligasi PT Danareksa Sekuritas Yudistira Slamet mengatakan masuknya asing pada pasar obligasi korporasi tak terlepas dari menariknya tingkat kupon yang ditawarkan dibandingkan dengan obligasi negara (surat utang negara/SUN). "Yield SUN sudah rendah membuat asing terus berusaha meningkatkan kepemilikannya di pasar obligasi korporasi," katanya.Berdasarkan data Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA), pasar obligasi korporasi selama periode Januari-November 2012 (year to date) membukukan return sebesar 9,46% (1,67% dari selisih harga dan 7,79% dari yield).Kinerja tersebut jauh lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama2011 yang mencetak return sebesar 11,42% (2,42% dari selisih harga dan 9% dari yield).Fakhrul Aufa, analis obligasi IBPA menilai lebih rendahnya return yang diberikan pasar obligasi korporasi pada tahun ini disebabkan oleh banyaknya pasokan obligasi korporasi. "Supply obligasi korporasi saat ini sudah cukup banyak, sehingga kenaikan harganya tidak begitu tinggi seperti tahun lalu,"ujarnya.PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) sebelumnya mencatat pasokan emisi obligasi korporasi baru per 9 November 2012 mencapai Rp58,2 triliun dari 43 emiten. (Bsi)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper