ASIA PACIFIC FIBERS Tunda Pelaksanaan MESOP Tahap Pertama

JAKARTA: PT Asia Pacific Fibers Tbk, emiten produsen serat sintetis, menunda pelaksanaan konversi management stock option plan (MESOP) tahap I yang sedianya dilaksanakan pada 11 Desember hingga 18 Desember 2012.Menurut rencana, dalam penerbitan MESOP
Andhina Wulandari | 03 Desember 2012 15:08 WIB

JAKARTA: PT Asia Pacific Fibers Tbk, emiten produsen serat sintetis, menunda pelaksanaan konversi management stock option plan (MESOP) tahap I yang sedianya dilaksanakan pada 11 Desember hingga 18 Desember 2012.Menurut rencana, dalam penerbitan MESOP (pemberian hak opsi kepada manajemen) tahap I, emiten dengan kode POLY itu akan mengalokasikan maksimal 20 juta saham dari total penambahan 74,87 juta saham.Berdasarkan keterbukaan informasi yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia, Senin (3/12/2012), pelaksanaan konversi MESOP tahap I tersebut akan dilaksanakan bersamaan dengan konversi MESOP tahap II yakni pada 18 Juni 2013 hingga 24 Juni 2013.Sebelumnya, Direktur Utama PT Asia Pacific Fibers Tbk V. Ravi Shankar mengatakan komite MESOP akan menentukan pihak yang berhak menerima opsi namun bila penerima hak opsi tak mengambilnya, maka pelaksanaan tersebut akan digabungkan dengan periode berikutnya.Pelaksanaan MESOP telah mendapatkan persetujuan dari RUPSLB yang dilaksanakan tanggal 19 Juni diaman perseoan mengalokasikan 74,87 juta saham modal yang akan dilaksanakan dalam empat tahapan dengan maksimal masing-masing 20 juta saham.Harga pelaksanaan program MESOP tersebut sekurang-kurangnya 90% dari harga rata-rata penutupan dalam kurun 25 hari bursa di pasar reguler yakni Rp268 per lembar saham.Sementara itu, pendapatan yang dibukukan oleh perusahaan yang dipimpin oleh pada kuartal III/2012 turun tipis 0,61% menjadi Rp4,18 triliun dari perolehan periode yang sama tahun lalu Rp4,21 triliun.Penurunan pendapatan tersebut semakin diperkuat dengan meningkatnya beban pokok penjualan menjadi Rp4,04 triliun dari beban kuartal III/2012 Rp3,86 triliun. Hal ini mengakibatkan perseroan mengalami kerugian hingga Rp681,18 miliar dari perolehan tahun lalu dengan laba mencapai Rp454,83 miliar. (bas)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Aang Ananda Suherman

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top