Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

PASAR OBLIGASI: Dana asing masih deras mengalir masuk

JAKARTA: Aliran dana asing (capital inflow) ke pasar obligasi negara terus mengalir deras yakni mencapai Rp40 triliun selama 11 bulan ini, lebih tinggi dibandingkan dengan capital inflow yang terjadi pada tahun lalu yang hanya Rp27,1 triliun.Berdasarkan

JAKARTA: Aliran dana asing (capital inflow) ke pasar obligasi negara terus mengalir deras yakni mencapai Rp40 triliun selama 11 bulan ini, lebih tinggi dibandingkan dengan capital inflow yang terjadi pada tahun lalu yang hanya Rp27,1 triliun.Berdasarkan data Ditjen Pengelolaan Utang Kemenkeu per 19 November 2012, jumlah kepemilikan asing di surat berharga negara (SBN) yang dapat diperdagangkan tercatat sebesar Rp262,51 triliun, naik 17,79% dari posisi akhir 2011 sebesar Rp222,86 triliun. Jumlah tersebut setara dengan 31,39% dari total outstanding sebesar Rp836,30 triliun.Kepala Ekonom PT Bank Mandiri Tbk Destry Damayanti menerangkan derasnya capital inflow tersebut juga terjadi pada foreign direct investment (FDI).

"Ada dua kunci yang membuat Indonesia menarik di mata asing yaitu market dan macroeconomic environment," katanya, Rabu (21/11).Dia menjelaskan persepsi risiko investor asing terhadap Indonesia yang tercermin dari credit default swap (CDS) surat utang negara menunjukkan penurunan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir."Risiko persepsi Indonesia terus turun dan sekarang hanya 133 lebih rendah dari posisi pada saat krisisi 2007," jelasnya.Head of Fixed Income Research PT Mandiri Sekuritas Handy Yunianto menilai derasnya aliran dana asing dalam 2 bulan terakhir dipicu oleh masih besarnya likuiditas global yang mencari tempat investasi yang dianggap masih menarik."Yield Indonesia masih menarik dibandingkan dengan peers," ujarnya.Berdasarkan indeks HSBC, yield SUN berdenominasi rupiah mencatatkan return tertinggi yaitu 9,7% dibandingkan dengan Korea (6,9%), Philipina (6,6%), Singapura (3,8%), Malaysia (4%), China on shore (2,5%), dan Thailand (3,2%).Selain itu, sambung Handy, beberapa perkembangan terakhir seperti trade balance yang mulai positif, defisit current account yang mulai membaik, dan cadangan devisa yang meningkat menyebabkan ekspektasi pelemahan nilai tukar rupiah menjadi agak terbatas."Asing akan senang jika tren rupiah ke depan menguat karena meraka akan memeroleh forex gain," tambahnya.Presiden Direktur PT Schroder Investment Management Indonesia Michael Tjoajadi mengatakan Indonesia saat ini memang sedang menjadi pusat perhatian dunia."Uang beredar begitu banyak. The only place adalah Asia tapi di Asia sendiri orang mulai khawatir dengan India dan China. Who is next? yaitu Indonesia," katanya.Menurutnya, aliran modal asing ke Indonesia baik pada FDI maupun pasar modal akan terus terjadi sepanjang Indonesia bisa menjaga dan memertahankan performa ekonominya.Berdasarkan catatan Bisnis, capital inflow juga terjadi di pasar obligasi korporasi yang mana kepemilikan asing per Oktober 2012 mencatatkan rekor baru dengan menembus level Rp10,69 triliun, tertinggi sejak Agustus 2011.Bahkan hingga akhir tahun ini, jumlah kepemilikan asing diproyeksikan bisa menembus Rp12 triliun-Rp15 triliun.Berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), jumlah kepemilikan asing pada Oktober naik 12,33% dari posisi September yang hanya Rp9,52 triliun.Secara keseluruhan, nilai total outstanding obligasi korporasi pada periode tersebut juga tercatat naik 37,99% menjadi Rp179,68 triliun dari posisi September 2012 sebesar Rp173,11 triliun.Dari jumlah tersebut, porsi kepemilikan asing pada Oktober tercatat 5,96% dari posisi bulan sebelumnya 5,05%. (Bsi)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper