Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Umumkan rights issue, saham BANK WINDU terkerek

JAKARTA: Saham PT Bank WIndu Kentjana International langsung terkerek 4,3% atau 8 poin ke Rp195 dari posisi kemarin Rp187 setelah perusahaan mengumumkan rencana rights issue senilai Rp105,19 miliar.Dapa perdagangan pantauan terakhir 11:06 menunjukkan
Andhika Anggoro Wening
Andhika Anggoro Wening - Bisnis.com 14 Mei 2012  |  11:33 WIB

JAKARTA: Saham PT Bank WIndu Kentjana International langsung terkerek 4,3% atau 8 poin ke Rp195 dari posisi kemarin Rp187 setelah perusahaan mengumumkan rencana rights issue senilai Rp105,19 miliar.Dapa perdagangan pantauan terakhir 11:06 menunjukkan saham tersebut sudah bergerak di kisaran Rp180--Rp220 dan sudah ditransaksikan sebesar 1.038 lot senilai Rp103,5 juta.Emiten berkode MCOR tersebut pagi ini di surat kabar mengumumkan rencana penerbitan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) senilai Rp105,19 miliar.Saham baru yang akan diterbitkanya sebanyak 525,96 juta unit saham bernilai nominal Rp100 dan harga eksekusi Rp200. Setiap investor yang memiliki 100 saham perusahaan memiliki 14 HMETD.Setiap saham baru yang terbit tersebut juga memiliki hak untuk mengambil 1 unit waran baru seri I/2012 yang bernilai nominal Rp100 dan harga eksekusi Rp225. Waran itu dapat ditukar 1 unit saham baru pada periode 1 Juli 2013--29 juni 2015.Pemegang saham yang tidak mengambil HMETD berpotensi mengalami dilusi porsi kepemilikan sebesar 12,28% setelah rights issue dan 24,56% setelah waran dieksekusi.Bertindak sebagai pembeli siaga rights issue adalah PT Blue Cross Indonesia, yang saat ini memiliki 4,28% saham Bank Windu Kentjana.Dana dari rights issue tersebut akan digunakan perseroan untuk penyaluran kredit, dan dana dari penerbitan waran akan digunakan perseroan untuk modal kerja.Perseroan berharap pernyataan efektif dari Bapepam-LK akan didapatkan pada 15 Juni dan pencatatan HMETD pada 29 Juni 2012. HMETD itu dapat diperdagangkan pada 29 Juni--5 Juli. (arh) 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top