Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PREDIKSI OBLIGASI: CDS spread 5 tahun tertinggi dalam 3 bulan

JAKARTA: Semakin memburuknya kondisi ekonomi politik di Eropa telah mendorong credit default swaps (CDS) spread Indonesia tenor 5 tahun naik ke level tertingginya sejak 3 bulan terakhir.
Yoseph Pencawan - nonaktif
Yoseph Pencawan - nonaktif - Bisnis.com 10 Mei 2012  |  10:20 WIB

JAKARTA: Semakin memburuknya kondisi ekonomi politik di Eropa telah mendorong credit default swaps (CDS) spread Indonesia tenor 5 tahun naik ke level tertingginya sejak 3 bulan terakhir.

 

Sekretaris Perusahaan Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) Tumpal Sihombing melaporkan CDS spread 5 tahun pada perdagangan kemarin telah menyentuh level 190,660 atau naik +12,16 basis poin dibanding dengan hari sebelumnya di 178,500.

 

"Perkembangan Eropa semakin mengkhawatirkan. Setidaknya terdapat dua faktor yang mendorong memburuknya situasi di Eropa," katanya dalam keterangan resmi, pagi ini 10 Mei 2012.

 

Dua faktor itu adalah, jelasnya, keputusan pemerintah Spanyol untuk melakukan bailout terhadap bank terbesar ketiga dari ukuran aset yakni Bankia.

 

"Ini menjadi sinyal awal bahwa krisis perbankan mulai menjadi persoalan serius di Spanyol," jelasnya.

 

Faktor selanjutnya adalah adanya rencana penundaan bailout kepada Yunani oleh pimpinan Eropa pascaperkembangan politik Yunani yang semakin memanas.

 

"Kubu oposisi di Yunani dikabarkan berencana untuk menggagalkan kesepakan penghematan anggaran Yunani," tuturnya.

 

Harga SUN

Sentimen eksternal tersebut, sambung Tumpal, telah memicu penurunan harga SUN yang sebelumnya sudah dalam tren bearish.

 

Akibatnya, tingkat yield semakin menanjak yang mana kenaikan yield tercepat terjadi pada tenor panjang (8-30 tahun) dengan kenaikan rata-rata sebesar +4,4 bps disusul oleh tenor menengah (5-7tahun) +2,8 bps dan tenor pendek (1-4tahun) +1,8 bps.

 

"Spread yield tenor 2 dan 10 tahun pun kembali melebar +3,0 bps dari kisaran 163 bps menjadi 166 bps. Pelebaran ini mengindikasikan maraknya aksi jual di tenor panjang," terang Tumpal.

 

Di seri benchmark, koreksi harga yang terjadi tercatat lebih dalam ketimbang koreksi di hari sebelumnya. Harga SUN benchmark mengalami koreksi antara 9,3-100,0 bps.

 

"Koreksi terbesar dialami oleh harga-harga SUN bertenor panjang seperti FR0061, FR0059, dan FR0058 bahkan harga FR0059 terkoreksi –100,0 bps dari level harga 105,000 menjadi 104,000," ujarnya.

 

Koreksi pada semua seri SUN benchmark tersebut turut berdampak pada koreksi GBIX-Clean Price yang jatuh –0,3% (-0,3924 poin) dari 130,6083 ke level 130,2159.

 

Pelemahan tersebut diikuti pula oleh koreksi GBIX-Total Return yang melemah –0,27% (-0,4885 poin) dari level 179,0227 ke level 178,5342.

 

Pelemahan ini pun mendorong kembali naiknya GBIX-Effective Yield sebesar +0,65% dari level 6,0690% ke level 6,1080%. (Bsi)

 

+ JANGAN LEWATKAN:

> 10 ARTIKEL PILIHAN Hari Ini

> 5 Kanal TERPOPULER Bisnis.com


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top