KURS TUKAR: Dolar berjaya, Euro merana

JAKARTA: Dolar AS berada pada 0,1% dari level terkuatnya dalam sepekan terhadap euro sejalan dengan tanda peningkatan tenaga kerja AS yang sejalan dengan sinyal Federal Reserve untuk menunda dari peningkatan akomodasi moneter.Mata uang AS menguat terhadap
News Editor
News Editor - Bisnis.com 04 April 2012  |  11:24 WIB

JAKARTA: Dolar AS berada pada 0,1% dari level terkuatnya dalam sepekan terhadap euro sejalan dengan tanda peningkatan tenaga kerja AS yang sejalan dengan sinyal Federal Reserve untuk menunda dari peningkatan akomodasi moneter.Mata uang AS menguat terhadap sebagian besar dari 16 mitra utamanya menjelang laporan swasta yang diperkirakan akan menunjukkan kenaikan tenaga kerja pada Maret ke dekat level tertinggi dalam 2 bulan.Euro berada 0,9% dari level terendah dalam 1 minggu terhadap yen sebelum pejabat Bank Sentral Eropa bertemu membahas kebijakan di tengah tanda-tanda pertumbuhan melambat.Di tempat lain, dolar Australia dan Selandia Baru juga jatuh setelah bursa saham Asia dibuka lebih rendah."Kebijakan moneter AS akan tetap status quo di masa mendatang," kata Thomas Averill, Managing Director Rochford Capital, sebuah perusahaan manajemen risiko mata uang dan suku bunga, Rabu 4 April 2012.Dolar berada pada US$1,3225 per euro pukul 10.14 di Tokyo dari US$1,3233 kemarin ketika mencapai US$1,3214, terkuat sejak 26 Maret. Dolar naik 0,1% menjadi 82,87 yen pada pagi, Rabu 4 April.Mata uang bersama 17 negara Eropa itu dibeli pada harga 109,60 yen setelah meluncur 0,6% menjadi 108,70 kemarin, terendah sejak 23 Maret."Beberapa anggota menunjukkan bahwa inisiasi stimulus tambahan bisa jadi perlu jika ekonomi kehilangan momentum," menurut pertemuan minutes The Fed Maret yang dirilis kemarin di Washington.Hal tersebut kontras dengan penilaian pada pertemuan Januari, di mana beberapa pejabat melihat kondisi saat ini adalah penjamin aksi tambahan.Menurut riset Valbury Futures, hasil pertemuan minutes itu membalikkan ekspektasi pelaku pasar yang sebelumnya melihat bank sentral AS segera menempuh program stimulus tambahan guna menopang ekonomi.Di sisi Eropa, kata Valbury, Bank Sentral Eropa atau ECB akan menggelar pertemuan Rabu 4 April yang diprediksi akan menekankan pentingnya menangani inflasi dibanding melakukan pelonggaran moneter. (Bloomberg/Mtb/Bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top