Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bursa berjangka AS tergerus rating kredit perbankan

SAO PAOLO: Bursa  berjangka AS terjungkal setelah Standard & Poor's memangkas rating kredit bank besar seperti Bank of America, Goldman Sachs Group, dan Citibank Inc.The Financeial Select Sector SPDR Fund (XLF) kehilangan 0,7% seiring Bank
News Editor
News Editor - Bisnis.com 30 November 2011  |  07:49 WIB

SAO PAOLO: Bursa  berjangka AS terjungkal setelah Standard & Poor's memangkas rating kredit bank besar seperti Bank of America, Goldman Sachs Group, dan Citibank Inc.The Financeial Select Sector SPDR Fund (XLF) kehilangan 0,7% seiring Bank of America dan Citibank tergelincir 0,6%. Goldman Sachs terkikis 0,2%, sementara Morgan Stanley (MS) yang juga memangkas peringkatnya, tergerus 1,1% dan JP Morgan Chase & Co turun 0,2%.S&P 500 berjangka dengan jatuh tempo Desember turun 0,6%  menjadi 1.189,40 pada 8.26 waktu Tokyo. Dow Jones Industrial Average berjangka turun 51 poin, atau 0,4% ke 11.514."Bank berada dalam posisi sulit," kata Matt McCormick, manajer uang di Cincinnati berbasis Bahl & Gaynor Inc, yang mengelola kapitalisasi senilai US$4,1 miliar.Saham AS rally selama sesi perdagangan reguler dengan level kepercayaan konsumen naik tertinggi sejak 2003. S& P500 naik 3,2%  selama dua sesi terakhir, membalas penurunan 7 hari setelah akhir pekan dan mencatat rekor penjualan di tengah spekulasi upaya pemimpin kawasan Eropa mengakhiri krisis utang.Kemarin, Wall Street menunjukkan penguatan setelah level kepercayaan konsumen lebih baik dibandingkan dengan perkiraan pada November terkait prospek kesempatan bekerja. Wakil Ketua Federal Reserve Janet Yellen mengatakan bank sentral telah memberikan kelonggaran untuk memacu pemulihan AS dengan membeli lebih banyak aset.

Di sisi lain, Federal Reserve Bank of Atlanta Dennis Lockhart mengatakan Presiden dalam pidato terpisah menyatakan pembelian sekuritas tidak begitu saja memberikan dorongan yang cukup untuk pertumbuhan ekonomi AS.Sementara itu, upaya Eropa untuk memperluas dana talangan tidak akan bertahan lama. Ini memaksa menteri-menteri keuangan kawasan euro untuk mempertimbangkan peran yang lebih besar agar Dana Moneter Internasional dapat mengisolasi bank sentral Eropa dari krisis utang.Di sektor lain, saham-saham energi mencatat gain terbesar pada S&P 500 yang naik 1,5%. Exxon Mobil terdongkrak 1,4% menjadi US$76,93. Indeks Dow Jones sektor Transportasi juga mengantongi 0,6% di tengah optimisme tentang pertumbuhan ekonomi. (arh)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Bloomberg

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top