Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bursa Asia melemah, IHSG dikhawatirkan kian merah

HONG KONG: Bursa Asia memerah setelah Majelis Rendah Parlemen Australia meloloskan tagihan pajak pertambangan dan dirilisnya laporan yang mengindikasikan pertumbuhan ekonomi AS lebih rendah dari perkiraan.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 23 November 2011  |  08:41 WIB

HONG KONG: Bursa Asia memerah setelah Majelis Rendah Parlemen Australia meloloskan tagihan pajak pertambangan dan dirilisnya laporan yang mengindikasikan pertumbuhan ekonomi AS lebih rendah dari perkiraan.

Indeks MSCI Asia Pasifik, termasuk indeks di Jepang tergelincir 0,2% ke 387,89 pada pukul 8.10 waktu Hong Kong.

Bursa saham di dalam negeri, indeks harga saham Indonesia (IHSG), juga dikhawatirkan melanjutkan pelemahan selama 2 pekan terakhir setelah sinyal pada grafik pergerakan rata-rata menunjukkan penurunan, ungkap seorang analis PT Mandiri Sekuritas.

Garis indikator pada grafik pergerakan rata-rata konvergensi-divergensi, atau MACD, memperlihatkan patokan indeks komposit Jakarta jatuh di bawah garis rata-rata pergerakan eksponensial 9 hari pada 17 November.

Sinyal ini digunakan beberapa investor untuk menetapkan potensi pelemahan. Indeks sendiri telah jatuh 3,2% dalam 2 pekan sejak 9 November."MACD adalah salah satu indikator momentum yang kuat, dan pergerakan terakhir mengirimkan sinyal koreksi. Indeks akan diuji menuju level kunci di 3.600," kata Rafdi Prima, analis teknis di Mandiri Sekuritas di Jakarta, dikutip Bloomberg.IHSG ditutup pada 3.735,53 kemarin. Indeks telah turun 11%  setelah naik ke rekor 4.193,44 pada 1 Agustus, di tengah kekhawatiran krisis utang memburuk di Eropa yang mendorong investor luar negeri untuk menghindari aset berisiko. Pasar diuji di atas 3.600 tiga kali pada 18 Oktober, 20 Oktober dan 21 Oktober. (arh)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Bloomberg

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top