Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Emas bakal bullish pekan depan

LONDON: Sebuah jejak pendapat terhadap para pedagang emas dan analis menunjukkan tingginya harapan harga emas naik pekan depan.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 12 November 2011  |  12:42 WIB

LONDON: Sebuah jejak pendapat terhadap para pedagang emas dan analis menunjukkan tingginya harapan harga emas naik pekan depan.

 

Optimisme harga bullish, atau dalam tren naik, dalam survei Bloomberg kali ini adalah yang tertinggi dalam 7 tahun terakhir.

 

Hal itu didorong upaya investor melindungi kekayaan mereka dari penyebaran krisis utang Eropa.

 

Sebanyak 21 dari 22 yang disurvei oleh Bloomberg memperkirakan harga emas meningkat di bursa Comex di New York minggu depan.

 

Ini adalah perkiraan kenaikan ketiga berturut-turut dan dengan proporsi tertinggi sejak April 2004.

 

Data Bloomberg juga menunjukkan kepemilikan pada produk yang diperdagangkan di bursa yang didukung oleh emas naik 27,5 ton minggu ini, dalam 1% di bawah rekor yang dicapai 3 bulan lalu.

 

Pada 8 November harga emas melampaui level US$1.800 per ounce untuk pertama kalinya dalam 7 minggu terakhir.

 

Pada saat yang sama para hedge fund, atau manajer dana yang mengelola uang dalam jumlah besar, memegang taruhan terbesar mereka pada harga yang lebih tinggi sejak pertengahan September. Hal itu tersingkap dalam data Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS.

 

Harga logam ini rebound setelah jatuh 20% dalam 3 minggu pada September, di tengah tingginya permintaan untuk aset teraman atau safe haven.

 

Pembalikan harga terjadi seiring pasar saham global yang kehilangan hampir US$9 triliun sejak Mei dan imbal hasil obligasi Italia dan Yunani naik ke rekor sejak era euro.

 

"Sepanjang sejarah, emas telah melindungi orang dari berbagai jenis kekacauan yang kita lihat," kata Mark O'Byrne, Direktur Eksekutif GoldCore Ltd, broker yang berbasis di Dublin.

 

Menurut O'Byrne emas merupakan hal penting yang laik dimiliki ketika muncul volatilitas di pasar saham dan ancaman devaluasi mata uang.

 

Harga emas naik 26% menjadi US$1.788,10 tahun ini, menuju keuntungan tahunan ke-11 serturut-turut.

 

Emas juga menjadi pemain kedua terbaik di belakang gasoil Eropa dalam Indeks GSCI Standard & Poor dari 24 komoditas, yang naik 5,4%. Sebagai pembanding, Indeks saham MSCI atas semua negara turun 7,2%. (arh)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Taufikul Basari

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top