Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Utang royalti Adaro Rp1,15 triliun

JAKARTA: Raksasa batu bara nasional PT Adaro Energy Tbk berutang royalti US$128,83 juta setara dengan Rp1,15 triliun kepada Pemerintah Indonesia.Tunggakan royalti itu, kutip laporan keuangan Adaro per 30 September, melambung 69,84% dari posisi 31 Desember
Puput Jumantirawan
Puput Jumantirawan - Bisnis.com 09 November 2011  |  16:38 WIB

JAKARTA: Raksasa batu bara nasional PT Adaro Energy Tbk berutang royalti US$128,83 juta setara dengan Rp1,15 triliun kepada Pemerintah Indonesia.Tunggakan royalti itu, kutip laporan keuangan Adaro per 30 September, melambung 69,84% dari posisi 31 Desember 2010 yang US$75,91 juta atau setara dengan Rp678,98 miliar.Utang royalti yang masuk kategori utang lancar alias utang yang harus dilunasi dalam setahun tersebut ikut mendongkrak total utang lancarnya hingga 30,58% menjadi US$841,61 miliar.Pada saat yang sama, utang bank jangka panjang Adaro, yang sudah dikurangi bagian yang akan jatuh tempo dalam setahun, membubung 80,07% menjadi US$1,02 miliar.Jenis utang bank yang terkategori utang tidak lancar alias utang yang penyelesaiannya lebih dari setahun itu ikut mengerek total utang tidak lancarnya hingga 27,55% ke US$2,29 miliar.Dengan kenaikan utang lancar (current liabilities) berikut utang tidak lancar (noncurrent liabilities) itu, total utang perseroan naik 28,28% menjadi US$3,13 miliar.Dalam penjelasannya, Adaro mengaku menerapkan metode royalti kas berdasarkan penjualan untuk memenuhi bagian produksi yang menjadi bagian pemerintah per 1 Juli 1999.Pembayaran atas bagian pemerintah dilakukan berdasarkan perhitungan harga penjualan bersih Adaro, yang merupakan subjek Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.Sebagian pembayaran royalti ini, klaim Adaro dalam laporan keuangannya itu, telah dikompensasi dengan pajak pertambahan nilai masukan.Dividen interimMeski tunggakan royaltinya meningkat, laba bersih Adaro dalam sembilan bulan pertama tahun ini melompat hampir dua kali lipat dari posisi periode sama tahun lalu menjadi US$376,05 juta.Pendapatannya juga tumbuh meyakinkan sebesar 47,67% menjadi US$2,92 miliar, dengan beban keuangan yang menurun 1,63% menjadi US$91,94 juta.Atas kinerjanya itu, manajemen Adaro dalam keterbukaan informasinya kemarin mengumumkan akan membagi dividen interim 2011 sebesar US$75,17 juta setara dengan US$0,00235 per saham.Perincianya, cum dividen akan dibagi di pasar reguler dan pasar negoisasi 28 November. Ex dividen di pasar reguler dan pasar tunai 29 November.Cum dividen di pasar tunai dibagi 1 Desember, ex dividen di pasar tunai 2 November. Daftar penerima dividen tunai dirilis 1 Desember, pembayarannya 9 Desember. (bsi)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top