Hasil Investasi asuransi ke saham merosot

JAKARTA: Sejumlah perusahaan asuransi jiwa yang menempatkan porsi investasi cukup tinggi pada portofolio saham mencatatkan imbal hasil rendah pada paruh pertama tahun ini.Maryoso Sumaryono, Direktur Utama PT Asuransi Jiwa Tugu Mandiri, mengatakan perolehan
Aurelia Nelly
Aurelia Nelly - Bisnis.com 29 September 2011  |  14:47 WIB

JAKARTA: Sejumlah perusahaan asuransi jiwa yang menempatkan porsi investasi cukup tinggi pada portofolio saham mencatatkan imbal hasil rendah pada paruh pertama tahun ini.Maryoso Sumaryono, Direktur Utama PT Asuransi Jiwa Tugu Mandiri, mengatakan perolehan hasil investasi pada semester pertama tahun ini mencapai Rp20 miliar. Perolehan tersebut, lanjutnya, relatif lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.“Hasil investasi kami pada semester I tahun lalu mencapai Rp20 miliar lebih. Jadi sekarang ini memang ada penurunan meskipun sedikit,” ujarnya, hari ini. Maryono mengatakan akan menggunakan sisa tahun berjalan untuk membalikkan keadaan sehingga dapat mencatatkan kenaikan hasil investasi pada akhir tahun.“Kami tentu akan mengatur kembali penempatan dana. Obligasi masih. Kami juga harapkan ada rebound di pasar saham lalu melakukan ambil untung. Itu akan menolong,” ujarnya.Saat ini, ujarnya, perusahaan yang bergerak di bidang asuransi jiwa ini meletakan sebanyak 60% portofolio investasi pada instrumen obligasi, 20% pada instrumen saham, dan 20% lainnya di instrumen deposito berjangka, dan reksa dana.Marsangap P. Tamba, Vice President Bidang Investasi PT Sun Life Financial Indonesia, mengatakan dana kelolaan yang berbasis saham pada tahun ini hanya memberikan imbal hasil investasi rata-rata sebesar 3,5% dengan kisaran 2% - 7,4%.Adapun dana kelolaan yang ditempatkan pada portofolio obligasi pemerintah memberikan imbal hasil 10% hingga 15%. Sepanjang Januari – Agustus 2011, total dana kelolaan Sun Life Financial mencapai Rp4,4 triliun yang terdiri dari Rp2 triliun dana kelolaan dari portofolio produk perlindungan asuransi dan investasi (unit linked) serta Rp2,4 triliun dana kelolaan dari portofolio asuransi jiwa tradisional.Dia memaparkan sebanyak 90% dana kelolaan dari portofolio unit linked atau sekitar Rp1,8 triliun diinvestasikan ke dalam instrumen saham. Sementara itu sebanyak 10% lainnya diinvestasikan kepada instrumen campuran dan pendapatan tetap (fixed income).“Jenis instrumen investasi itu dipilih oleh nasabah. Kami memberikan lebih dari 10 pilihan penempatan dana dan sebanyak 90% memilih menempatkan dananya pada instrumen saham,” ujarnya. Sementara itu, sebanyak 90% dana kelolaan dari portofolio produk asuransi jiwa tradisional atau sekitar Rp2,1 triliun diinvestasikan pada obligasi pemerintah.(mmh)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Intan Permatasari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top