Surat utang negara sepi peminat

JAKARTA: Operasi pasar moneter melalui penyerapan surat utang negara pada hari ini sepi peminat sejalan dengan indeks saham yang kembali naik disertai dengan stabilitas nilai tukar rupiah.Kepala Biro Hubungan Masyarakat Bank Indonesia Difi A. Johansyah
Saeno
Saeno - Bisnis.com 23 September 2011  |  21:11 WIB

JAKARTA: Operasi pasar moneter melalui penyerapan surat utang negara pada hari ini sepi peminat sejalan dengan indeks saham yang kembali naik disertai dengan stabilitas nilai tukar rupiah.Kepala Biro Hubungan Masyarakat Bank Indonesia Difi A. Johansyah mengatakan para investor yang memegang surat utang negara (SUN) sepi peminat, sehingga menandakan stabilitas makro Indonesia masih positif."Dari target Rp4 triliun yang masuk penawaran hanya Rp1,4 triliun, tetapi yang menang cuma Rp300 miliar," ujarnya dalam pesan singkat kepada Bisnis, Jumat malam 23 September.Sejak kemarin, BI gencar melakukan intervensi pasar untuk stabilisasi nilai tukar rupiah dengan lelang SUN sekaligus menambah persediaan valas bagi para pemodal dan institusi yang membutuhkan. Namun, dari pagu indikatif yang ditetapkan sebesar Rp5 triliun hanya terserap sebanyak Rp3,2 triliun."Itu artinya tidak banyak yang mau lepas SUN pada saat ini," kata Difi.Gubernur BI Darmin Nasution pada hari ini juga menyatakan akan menyerap berapa saja SUN yang ditawarkan oleh investor asalkan dengan harga yang wajar di pasar. "Berapapun akan dilepas kami siap membeli, asal wajar harganya. Ini dalam rangka stabilisasi nilai tukar rupiah juga," tuturnya.Bank sentral menambah instrumen moneter dalam rangka stabilisasi nilai tukar rupiah dengan cara membeli SUN dengan valuta asing. Hal itu dilakukan guna menjaga stabilisasi rupiah jika sewaktu-waktu kebutuhan valas meningkat. (ea) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Marissa Saraswati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top