Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Antam tetap gelar penerbitan obligasi pada akhir tahun

JAKARTA: PT Aneka Tambang Tbk tetap merencanakan penerbitan surat utang (obligasi) pada akhir tahun ini meskipun kondisi pasar modal sedang fluktuatif.Direktur Utama Antam Alwin Syah Loebis mengatakan perseroan tetap akan menerbitkan obligasi berdenominasi
Teguh Purwanto
Teguh Purwanto - Bisnis.com 23 September 2011  |  13:37 WIB

JAKARTA: PT Aneka Tambang Tbk tetap merencanakan penerbitan surat utang (obligasi) pada akhir tahun ini meskipun kondisi pasar modal sedang fluktuatif.Direktur Utama Antam Alwin Syah Loebis mengatakan perseroan tetap akan menerbitkan obligasi berdenominasi rupiah senilai Rp1,5 triliun hingga Rp2 triliun pada akhir tahun ini untuk mendukung pendanaan proyek Feronikel Halmahera (FeNi Halmahera).Perseroan, lanjut dia, berencana menerbitkan obligasi berdenominasi rupiah senilai total Rp4 triliun dan dilakukan secara bertahap.“Adanya fluktuasi saat ini, tidak mengganggu rencana pendanaan untuk proyek kami. Kami tetap akan terbitkan obligasi akhir tahun ini. Rencananya kan kami menerbitkan obligasi Rp4 triliun secara bertahap dalam dua tahun kedepan. Tahun ini diterbitkan sekitar Rp1,5 triliun – Rp2 triliun,” ujarnya saat ditemui di Kementerian BUMN, hari ini.Sebelumnya Direktur Keuangan Antam Djaja Tambunan mengatakan obligasi tahap I itu akan diterbitkan pada November 2011. Perseroan telah menunjuk Deutsche Bank, Standard Chartered Bank, dan Mandiri Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi (underwriter).Seperti diketahui, dalam pengerjaan proyek FeNi Halmahera senilai US$1,6 miliar tersebut, Antam menggandeng PT Perusahaan Listrik Negara untuk kerja sama jual beli tenaga listrik dan PT Hutama Karya untuk pengembangan kawasan hunian dan fasilitas pendukung (townsite) untuk Unit Bisnis Pertambangan Nikel (UBPN) Maluku Utara.Proyek FeNi Halmahera merupakan proyek strategis bagi BUMN tambang itu untuk meningkatkan cadangan nikel. Proyek itu akan memiliki kapasitas produksi 27.000 ton nikel dalam feronikel.Adapun groundbreaking proyek itu akan dilakukan pada akhir tahun ini dan diharapkan dapat beroperasi secara komersial pada akhir 2014. Pada perdagangan siang ini, harga saham emiten berkode ANTM melemah 1,85% atau turun 30 poin ke level Rp1.590 dan menjadikannya berkapitalisasi pasar Rp15,17 triliun. (mmh)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Intan Permatasari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top