Fast Food siap bangun 15 gerai baru

JAKARTA: PT Fast Food Indonesia Tbk, emiten pemilik gerai Kentucky Fried Chicken, mengalokasikan 68% dana dari penerbitan obligasi perdana, atau senilai Rp136 miliar untuk membangun sedikitnya 15 gerai baru.Rencana itu tertuang di dalam prospektus obligasi
Andhika Anggoro Wening
Andhika Anggoro Wening - Bisnis.com 12 September 2011  |  15:21 WIB

JAKARTA: PT Fast Food Indonesia Tbk, emiten pemilik gerai Kentucky Fried Chicken, mengalokasikan 68% dana dari penerbitan obligasi perdana, atau senilai Rp136 miliar untuk membangun sedikitnya 15 gerai baru.Rencana itu tertuang di dalam prospektus obligasi perseroan yang diterbitkan hari ini yang menunjukkan manajemen perseroan mulai menawarkan obligasi yang nilai maksimal penerbitannya Rp200 miliar.Dalam pengumuman tersebut, manajemen perseroan yang dipimpin Dick Gelael itu juga mengalokasikan sebesar 24% dana atau sebesar Rp48 miliar untuk merenovasi sedikitnya 30 gerai perseroan yang sudah ada.Selain itu, perusahaan juga berniat menggunakan sebesar 7% dana hasil penerbitan obligasi atau sebesar Rp14 miliar untuk memperluas sedikitnya enam gudang perseroan yang sudah ada di Ciracas, Pekanbaru, Padang, Makasar, Samarinda, dan Pontianak.Perseroan berkode saham FAST tersebut juga berencana menggunakan 1% atau senilai Rp2 miliar juta untuk membangun minimal 3 gudang baru di Cirebon, Lampung, dan Lombok.Dalam penerbitan obligasi perdana itu, perusahaan telah menunjuk PT OSK Nusadana Securities Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi penerbitan dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) sebagai wali amanat. Perseroan juga menunjuk Tumbuan & Partners sebagai konsultan hukum, Poerbaningsih Adi Warsito sebagai notaris, dan KPA Purwantono, Suherman, & Surja sebagai akuntan publik.Perseroan berniat menawarkan obligasinya mulai 14 September hingga 23 September dan mendapatkan pernyataan efektif pada 28 September. Pencatatan di bursa diperkirakan akan dilakukan pada 7 Oktober.Perusahaan per Maret memiliki rasio kewajiban terhadap ekuitas (debt to equity ratio/DER) sebesar 0,51 kali yang merupakan penghitungan kewajiban sebesar Rp433,05 miliar dengan ekuitas yang dicatatkan sebesar Rp837,61 miliar.Fast Food Indonesia yang didirikan sejak 1968 itu memiliki kegiatan usaha utama sebagai pembuat makanan dan mengusahakan restoran.Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan pemegang saham perseroan terdiri dari PT Gelael Pratama 43,77%, PT Megah Eraraharja 35,77%, Pershing LLC Main Custody Accc 10,31%, dan publik 10,15%.Selain Dick Gelael, direksi lain terdiri dari Ferry Noviar Yosaputra, Ricardo Gelael, Leonny Elimin, Dalimin Juwono, Adhi Indrawan, dan Erundine Ros Rafales. Adapun komisarisnya terdiri dari komisaris utama Anthoni Salim dan komisaris biasa yang dijabat Elisabeth Gelael, Rudy Tanudjaya S, Benny Setiawan Santoso, Ken Laksono, dan Gunawan Solaiman.Harga saham perseroan stagnan di level Rp9.650 pada perdagangan saham siang ini. Harga itu membentuk kapitalisasi pasarnya sebesar Rp4,44 triliun dan rasio harga saham terhadap laba bersihnya (price to earnings ratio/PER) sebesar 20,52 kali. (bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top