Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Saham berjangka Jepang naik dipicu data industri AS

JAKARTA: Saham berjangka Jepang naik setelah data produksi industri AS menunjukkan kenaikan sehingga membantu menjaga ekonomi negara terbesar di dunia itu dari melemah lebih lanjut dan prospek untuk mengakhiri perang di Libia mendorong bursa Eropa. Saham
News Editor
News Editor - Bisnis.com 23 Agustus 2011  |  07:39 WIB

JAKARTA: Saham berjangka Jepang naik setelah data produksi industri AS menunjukkan kenaikan sehingga membantu menjaga ekonomi negara terbesar di dunia itu dari melemah lebih lanjut dan prospek untuk mengakhiri perang di Libia mendorong bursa Eropa. Saham berjangka Australia sedikit berubah.American Depositary Receipts (ADR) Honda Motor Co, produsen mobil Jepang yang mendapat 80% lebih pendapatannya dari luar negeri, naik 0,7% dari harga penutupan saham di Tokyo. Canon Inc, pembuat kamera terbesar di dunia, naik 0,4%. ADR BHP Billiton Ltd, perusahaan pertambangan terbesar dunia, turun 0,3% setelah harga logam merosot.Kontrak pada indeks Nikkei 225 Jepang yang jatuh tempo pada September ditutup pada 8.670 di Chicago kemarin, naik dari 8.620 di Osaka, Jepang. Tawaran di premarket Osaka adalah 8.680, pada pukul 08:05 waktu setempat. Kontrak pada Indeks S&P/ASX 200 Australia sedikit berubah hari ini. Indeks NZX 50 Selandia Baru naik tipis 0,1% di Wellington.Ryuta Otsuka, strategist Toyo Securities Co di Tokyo mengatakan bahwa saham kemungkinan akan dibeli karena dinilai telah oversold.Indeks MSCI Asia Pacific turun 14% tahun ini hingga kemarin indeks Stoxx 600 Eropa turun 18%Saham Eropa rebound dari dua tahun terendah kemarin karena prospek untuk mengakhiri perang di Libia mendorong perusahaan-perusahaan energi. Indeks Stoxx Eropa 600 naik 0,8% menjadi 224,9 pada penutupan 4:30 am waktu London.Indeks London Metal Exchange yang memuat 6 logam industri termasuk tembaga dan aluminium turun 1,2% kemarin. (ln) 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Bloomberg

Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top