Cetak gain 71,92%, sektor perdagangan & jasa topang IHSG

Wandrik Panca Adiguna
Wandrik Panca Adiguna - Bisnis.com 31 Desember 2010  |  03:00 WIB

JAKARTA: Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia pada sepanjang 2010 mencetak pertumbuhan gain tertinggi sebesar 46,13% dibandingkan dengan indeks saham lainnya di Asia.

Dari sembilan indeks sektoral di IHSG, mana sih yang mencetak kenaikan tertinggi?

Berdasarkan data Bloomberg, indeks saham sektor perdagangan dan jasa meraih ranking pertama dengan mencetak gain tertinggi yakni 71,92%, mengalahkan sektor pertambangan dan agrikultur yang menjadi idola pada 2008 dan 2009.Kenaikan gain tertinggi di sektor perdagangan dan jasa dimotori oleh saham Modern Internasional yang mencetak kenaikan harga saham 868,75%. Modern kini agresif mengembangkan jatingan convenience store 7-Eleven dengan mengonversi gerai cuci cetak foto Fuji Image Plasa.Bahkan, indeks sektor infrastruktur, utilitas, dan transportasi yang diharapkan menjadi motor, ternyata hanya mampu menduduki rekor buncit dengan pertumbuhan gain hanya 12,45%.Di posisi kedua, indeks saham sektor barang konsumsi mencetak pertumbuhan gain sebesar 63,06%. Motor penggerak indeks sektor ini adalah saham Akasha Wira International dengan mencetak kenaikan harga saham 153,15% pada sepanjang 2010,Indeks saham sektor aneka kimia mencetak gain 60,78%, sehingga menghuni ranking tiga dengan motor penggerak adalah saham Pan Brothers yang harganya meroket 1.182,29%. Pan Brothers saat ini mengincar dana segar Rp601 miliar dari rights issue untuk ekspansi dan mencaplok PT Hollit International.Rangking keempat dihuni oleh indeks saham sektor keuangan yang mencetak gain 54,82%. Saham Indocitra Finance yang tengah mengincar dana segar Rp3,6 triliun melalui rights issue. Saham Indocitra melonjak 515% pada sepanjang tahun ini.Indeks saham sektor pertambangan pada 2010 hanya menduduki peringkat kelima dengan mencetak gain 48,59%. Motor penggerak indeks ini adalah saham Resource Alam Indonesia yang kian agresif menggenjot produksi batu bara. Saham Resource Alam melonjak 572,73% pada sepanjang 2010. Resource Alam memproduksi 2,2 juta ton batu bara pada 2010 dan menargetkan 3,48 juta ton batu bara pada tahun depan dengan penambahan jumlah tambang yang berproduksi menjadi 11.Di posisi keenam dihuni oleh indeks saham sektor industri kimia dasar dengan gain 41,37%. Saham Surya Toto mencetak gaim 358,82 pada sepanjang tahun ini.Indeks saham sektor konstruksi, realestat, dan properti menduduki rangkin ketujuh dengan mencetak gain 38,35%. Motor penggerak indeks ini adalah saham Bekasi Asri yang harganya naik 273,13%.Di sektor agrikultur, indeks saham ini naik 30,30%, sehingga meraih posisi kedelapan. Penyumbang terbesar kenaikan indeks saham itu adalah lonjakan harga saham Bumi Teknokultura sebesar 695,45%.Posisi buncit dihuni oleh indeks saham sektor infrastruktur, utilitas, dan transportasi hanya mencetak gain 12,45%. Saham Inovisi Infracom menjadi penopang indeks itu dengan mencetak kenaikan harga saham 816,67% pada sepanjang 2010. (wiw)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top