Kapitalisasi pasar saham capai 54% PDB

JAKARTA: Nilai kapitalisasi pasar saham di Indonesia mendekati akhir 2010 telah mencapai 54% terhadap nilai produk domestik bruto (PDB), sejalan dengan investasi di pasar modal yang terus meningkat.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 22 Desember 2010  |  07:56 WIB

JAKARTA: Nilai kapitalisasi pasar saham di Indonesia mendekati akhir 2010 telah mencapai 54% terhadap nilai produk domestik bruto (PDB), sejalan dengan investasi di pasar modal yang terus meningkat.

Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) A. Fuad Rahmany mengatakan nilai kapitalisasi pasar tersebut belum memasukkan instrumen pasar modal lain seperti penerbitan obligasi."Kalau di tambah dengan obligasi, kapitalisasi pasar kita mencapai 60% dari PDB. Perkembangan pasar modal sejauh ini cukup baik," ujarnya saat acara peresmian The Indonesia Capital Market Institute (TICMI), hari ini.Kapitalisasi pasar yang tercatat di BEI sampai dengan 17 Desember 2010 tercatat 3.123,47 triliun dengan laju indeks harga saham gabungan (IHSG) di level 3.581. Jika disandingkan dengan pergerakan indeks di beberapa bursa Asia Tenggara, seperti Singapura, Malaysia dan Thailand, indeks di Indonesia relatif lebih tinggi dibandingkan dengan ketiga negara tersebut.Indeks harga saham gabungan di bursa Singapura (STI) hingga pekan ketiga Desember 2010 tercatat 3.153,01, sementara IHSG di bursa saham Malaysia (KLSE) 1.499,88. Adapun IHSG di bursa saham Thailand (SETI) yang sempat terkoyak oleh krisis politik dalam negeri, masih tercatat 1.022,46. Dari sejumlah negara di Asia Tenggara, indeks dalam negeri masih kalah dengan bursa saham Filipina (PSE) sebesar 4.057,33. Apabila dibandingkan dengan IHSG di bursa Asia, seperti Kospi Korea Selatan, Nikkei 225 Jepang dan Hang Seng Index Hongkong, indeks bursa dalam negeri setingkat lebih baik dibandingkan dengan Kospi yang tercatat 2.026,30.Pada perkembangan lain, Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mengincar 2,3 juta investor baru masuk ke pasar modal sampai dengan 2012. Direktur Utama BEI Ito Warsito menyatakan pihaknya tidak akan berhenti mensosialiasikan pemahaman mengenai investasi di pasar modal kepada masyarakat, terutama di kalangan perguruan tinggi.Berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), jumlah investor yang memiliki rekening saham dan obligasi sampai November 2010 sebanyak 319.215. Direktur KSEI Sulityo Budi menuturkan jumlah tersebut lebih kecil dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebanyak 360.340, karena penerapan kebijakan dormant account. (bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top