Emas berpeluang tembus US$1.600

Aurelia Nelly
Aurelia Nelly - Bisnis.com 18 Desember 2010  |  17:24 WIB

JAKARTA: Analis optimistis harga komoditas emas akan melanjutkan tren kenaikannya hingga menembus level US$1.600 per ounce pada tahun depan setelah sempat terkoreksi menjelang akhir tahun ini.

Kepala Departemen Riset PT Askap Futures Wahyu Tribowo Laksono menuturkan dunia global masih menghadapi ancaman bailout yang menyebabkan nilai mata uang turun dan sebaliknya nilai komoditas emas terus menanjak.

Dia optimistis harga logam mulia tersebut dapat menembus US$1.500 US$1.600 per ounce pada tahun depan setelah sempat sedikit terkoreksi ke level US$1.300 US$1.350 per ounce pada akhir tahun ini.

Pergerakan harga emas cepat. Tahun ini terbang dari kisaran US$1.000 sampai ke US$1.400. Jika demikian kenapa tahun depan tidak bisa terbang lagi dari kisaran US$1.300 ke US$1.700? Saya optimis emas bisa menembus US$1.600, tapi kita lihat nanti keadaan ekonomi global pertengahan tahun depan seperti apa, katanya kepada Bisnis, akhir pekan lalu.

Adapun harga emas pada pekan lalu berada di kisaran US$1.360 US$1.370 per ounce dan sempat mencapai rekor tertinggi US$1.431,25 per ounce pada 7 Desember. Melonjak drastis dari harga logam mulia itu di awal 2010 yang bergerak di kisaran US$1.000 US$1.100 per ounce.

Harga emas menjelang akhir tahun agak sedikit turun karena koreksi, bukan pembalikan tren. Setelah akhir tahun, pada akhirnya tren peningkatan harga emas akan berlanjut lagi, ujarnya.

Menurut Wahyu, krisis keuangan global, terumata di negara maju, belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Bahkan, lanjutnya, saat ini terdapat 3 ancaman terhadap perekonomian dunia.

Dia mengemukakan ancaman terbesar datang dari Spanyol yang akan melakukan bailout untuk menyelamatkan perekonomiannya. Dia khawatir dampak kebijakan tersebut akan lebih besar dari bailout Yunani dan Irlandia.

Ketika terjadi bubble, ketika krisis semakin mengkhawatirkan, pertanyaannya adalah ke mana uang akan mengalir? Maka jawabannya adalah emas, ujarnya.

Emas, lanjutnya, sulit turun bukan hanya karena masalah tingkat kepercayaan investor terhadap mata uang. Dia menjelaskan stimulus moneter menyebabkan jumlah uang beredar semakin banyak. Akibatnya, lanjutnya, nilai uang semakin murah dan emas semakin mahal.

Pada akhirnya orang akan bergerak pada emas. Bagaimanapun juga jumlah emas terbatas sementara uang tidak terbatas, ujarnya.

Pekan lalu, Kepala Perdagangan Komoditas Standard Bank Plc di Tokyo Bruce Ikemizu mengatakan beberapa investor akan membeli emas jika harga komoditas itu jatuh sampai dengan di bawah US$1.375 per ounce. Harga emas dapat terus menanjak sampai dengan melampaui akhir 2010.

Saya tidak berharap terlalu banyak pelemahan di sini. Mungkin kita akan naik secara bertahap. Saya pikir kita harus menunggu sampai dengan Tahun Baru untuk melihat realisasi pergerakannya, ujarnya, hari ini. (bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top