Agenda RUPSLB Pan Pacific dibatalkan

JAKARTA: PT Pan Pacific International Tbk membatalkan agenda rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang akan meminta persetujuan rencana penambahan modal dengan penerbitan hak memesan efek terlebih dahulu.
News Editor | 06 Desember 2010 10:41 WIB

JAKARTA: PT Pan Pacific International Tbk membatalkan agenda rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang akan meminta persetujuan rencana penambahan modal dengan penerbitan hak memesan efek terlebih dahulu.

Dalam pemberitahuan perseroan kepada PT Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini perusahaan tidak menyebutkan secara rinci alasan pembatalan tersebut."Bersama ini kami sampaikan bahwa berhubung satu dan lain hal maka pelaksanaan RUPSLB Pan Pacific dibatalkan," ujar Direktur Utama Pan Pacific Triadi Pramita Abadi dalam keterbukaan informasi itu.Emiten dari sektor investasi itu awalnya berencana melakukan penambahan modal melalui rights issue dengan nilai antara Rp100 miliarRp500 miliar pada awal tahun depan.Salah seorang pelaku pasar modal mengatakan perseroan berniat menggunakan dananya untuk penyuntikan modal untuk pengembangan usaha emiten yang dulunya bernama PT Citramas Securindo itu.Sebelumnya, perusahaan sudah menuangkan rencana tersebut di dalam agenda rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang akan digelar pada 7 Januari.Pengumuman yang dikutip dari situs PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada pekan lalu tidak memiliki agenda lain selain permintaan persetujuan untuk rencana rights issue itu.Perusahaan yang memiliki anak usaha di bidang sekuritas, manajer investasi, dan pembiayaan itu per kuartal III/2010 membukukan peningkatan pendapatan sebesar 222,29% atau menjadi Rp39,64 miliar per kuartal III/2010.Pendapatan itu meningkat dibandingkan dengan yang dibukukan pada kuartal III/2009 sebesar Rp12,29 miliar.Harga saham perseroan yang berkode APIC itu ditutup terkoreksi sebesar 15,28% atau sebesar Rp55 ke level Rp305 sore ini. Harga itu membentuk kapitalisasi pasarnya sebesar Rp42,71 miliar.(mmh)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Intan Permatasari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top