Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pasar Asia Berjuang Pulih dari Efek Turki, IHSG Berbalik Naik di Awal Dagang

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil membalik pergerakannya ke zona positif pada awal perdagangan hari ini, Selasa (14/8/2018).
Pengunjung melintas di samping papan penunjuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (27/7/2018)./JIBI-Felix Jody Kinarwan
Pengunjung melintas di samping papan penunjuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (27/7/2018)./JIBI-Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil membalik pergerakannya ke zona positif pada awal perdagangan hari ini, Selasa (14/8/2018).

IHSG berbalik naik hingga 0,27% atau 15,65 poin ke level 5.876,89 pada pukul 09.46 WIB. Padahal, indeks sempat melanjutkan koreksinya setelah dibuka turun 0,18% atau 10,53 poin di level 5.850,72.  

Tujuh dari sembilan indeks sektoral IHSG bergerak di zona hijau dengan support utama sektor tambang dan aneka industri yang masing-masing naik 0,91% dan 0,80% pada pukul 09.47 WIB. Adapun sektor perdagangan dan properti masing-masing turun 0,34% dan 0,21%.

Sebanyak 116 saham menguat, 168 saham melemah, dan 314 saham stagnan dari 598 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Saham PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) yang masing-masing naik 12,88% dan 1,18% berada di antara saham yang mendorong perubahan positif IHSG pagi ini.

Adapun pada perdagangan Senin (13/8), IHSG berakhir anjlok 3,55% atau 215,93 poin di posisi 5.861,25.

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis 27 berbalik ke zona positif dan menguat 0,55% atau 2,79 poin ke level 513,64 pada pukul 09.47 WIB.

Indeks Bisnis 27 sebelumnya dibuka turun 0,28% atau 1,44 poin di posisi 509,41, setelah berakhir anjlok 4,27% atau 22,81 poin di posisi 510,85 kemarin.

Indeks saham lainnya terpantau bergerak variatif pagi ini, dengan indeks FTSE Malay KLCI (-0,09%), indeks FTSE Straits Time Singapura (-0,21%), dan indeks PSEi Filipina (-1,31%).

Sementara itu, indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang masing-masing naik 0,82% dan 1,28%. Indeks Kospi Korea Selatan naik 0,26%, sedangkan indeks Shanghai Composite dan CSI 300 China masing-masing turun 0,07% dan 0,21%.

Dilansir Reuters, bursa saham Asia berjuang untuk mendapatkan kembali pijakannya saat goncangan dari runtuhnya nilai tukar lira Turki menyurut. Ekonom JPMorgan David Hensley berpendapat bahwa tekanan pada sebagian besar pasar emerging market (EM) akan tertahan hari ini.

Di dalam negeri, Vice President Research Department Indosurya Sekuritas William Surya Wijaya, memprediksi pergerakan IHSG akan berbalik menguat, setelah merosot tajam pada perdagangan kemarin. 

Menurutnya, rilis data perekonomian tentang penjualan roda dua yang akan terlansir hari ini diperkirakan akan mencatat peningkatan. Ini tentunya dapat memberikan sentimen positif terhadap pola pergerakan IHSG.

Selain itu, harapan terhadap capital inflow yang terus mengalir masih cukup besar agar dapat mendorong kenaikan IHSG hingga beberapa waktu mendatang.

"Hari ini IHSG berpotensi bergerak pada zona hijau di level 5.841 - 6.116.," demikian menurut risetnya. 

Saham-saham yang menguat pada awal perdagangan:

BYAN

+12,88%

BBCA

+1,18%

HMSP

+1,10%

TLKM

+1,19%

Saham-saham yang melemah pada awal perdagangan:

BBRI

-1,59%

PTBA

-9,69%

UNVR

-1,47%

BMRI

-1,44%

Sumber: Bloomberg

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper