Selasa, 02 September 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

Pendapatan Kalbe Farma Diprediksi Tembus Rp15,92 Triliun

Nenden Sekar Arum   -   Selasa, 22 Oktober 2013, 21:00 WIB

BERITA TERKAIT

Bisnis.com, JAKARTA – Pendapatan PT Kalbe Farma Tbk. diprediksi mencapai Rp15,92 Triliun hingga akhir tahun ini atau tumbuh 16,8% dibandingkan pendapatan tahun lalu sebesar Rp13,63 triliun.

Analis PT Investa Saran Mandiri Jhon Veter dan Kiswoyo Adi Joe dalam risetnya juga memperkirakan pertumbuhan pendapatan itu diikuti dengan pertumbuhan laba bersih sebesar Rp2 triliun atau tumbuh 15,6% dibandingkan dengan tahun lalu sebesar Rp1,73 triliun.

Emiten farmasi berkode saham KLBF itu sekarang tak hanya bergerak dalam bidang produksi farmasi, tetapi  juga  masuk  ke bisnis nutrisi seperti susu. Hal tersebut dinilai menjadi salah satu nilai tambah yang dapat meningkatkan prospek perusahaan.

Saat ini, Kalbe Farma tengah merencanakan untuk mendirikan 2 pabrik baru untuk memproduksi susu cair dan susu bubuk dengan total investasi sekitar Rp150 miliar hingga Rp300 miliar.

Kedua pabrik itu, diharapkan rampung 2015 mendatang. Pembangunan pabrik tersebut mampu meningkatkan kapasitas produksi dari 12.000 ton menjadi 24.000 ton per tahun.

Selain itu, Kalbe juga telah menandatangani perjanjian usaha patungan dengan PT Milko Beverage Industry (Milko) untuk mendirikan perusahaan patungan bernama PT Kalbe Milko Indonesia yang bergerak di bidang manufaktur produk nutrisi.

“Kami menilai KLBF memiliki prospek yang semakin baik, karena saat ini mereka tidak hanya mengandalkan bisnis farmasi, tapi telah masuk ke bisnis nutrisi yang berpotensi besar,” tulis mereka dalam risetnya yang diterima Bisnis, Selasa (22/10/2013).

Sementara itu, mengenai harga saham KLBF, selama 2 bulan terakhir relatif tertahan seiring dengan adanya demo buruh di kawasan pabrik Cikarang.

"Kami memprediksi aksi demo tersebut akan membuat capex KLBF tahun depan meningkat, terutama untuk pembelian mesin untuk mengganti tenaga manusia," paparnya.

Untuk pertumbuhan saham KLBF, Infovesta menggunakan asumsi pertumbuhan sebesar 15% selama 5 tahun ke depan, dan didapatkan nilai valuasi harga wajar sebesar Rp1.700 untuk setiap lembarnya.

Adapun pada penutupan perdagangan kemarin, harga saham KLBF melemah 30 poin atau turun 2,19% ke level Rp1.340.

“Dengan banyaknya analis yang memberikan rekomendasi  untuk  saham  KLBF,  membuat  saham KLBF cukup likuid dan banyak pihak yang melakukan transaksi jual beli pada saham KLBF,” paparnya.  (ra)


Editor : Rustam Agus

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.