Rabu, 23 April 2014 RSS Feed Videos Photos ePaper English Version

HARGA EMAS: Pasar keuangan tertekan, logam mulia melonjak

Andhina Wulandari   -   Senin, 21 Mei 2012, 08:21 WIB

BERITA TERKAIT

NEW YORK: Harga emas melompat 2,5% pada perdagangan kemarin di Comex New York, merupakan level tertinggi dalam 1 pekan. Kenaikan tersebut di tengah spekeulasi Federal Reserve akan mengumumkan stimulus tambahan untuk mendorong ekonomi AS yang mendongkrak permintaan untuk logam mulia sebagai lindung nilai inflasi.

Lompatan harga bullion tersebut yang merupakan terbesar sejak Oktober, setelah laporan menunjukkan kinerja manufaktur di Philadelphia melemah pada Mei yang merupakan kontraksi pertama dalam delapan bulan terakhir. "Ekspektasi dari beberapa bentuk pelonggaran telah secerah pasar," Phil Streible, salah satu broker komoditas  RJ O'Brien & Associates di Chicago seperti dikutip dari Bloomberg.

Harga kontrak emas berjangka untuk pengiriman Juni naik 1,1% menjadi US$ 1.591,90 per ounce pada pukul 13.47 di Comex  New York. Sebelumnya, harga naik menjadi US$1.597,50 yang merupakan level tertinggi sejak 10 Mei. Harga logam mulia ini naik 1,6% untuk tahun ini, menuju keuntungan tahunan ke 12.Ketika pasar keuangan sedang dilanda ketidakpastian, Ketua Fed Ben S. Bernanke pada 25 April telah menyatakan siap untuk mengambil tindakan lebih lanjut untuk membantu perekonomian. Namun,  pada pekan lalu, Moody’s Investors Service telah mengumumkan penurunan peringkat kredit dari 16 bank Spanyol dan Fitch Ratings memangkas peringkat  kredit Yunani karena khawati negara tersebut tidak mungkin dapat bertahan di zona euro.(mmh)

 

 

BERITA MARKET PILIHAN REDAKSI:


Editor : Intan Permatasari

Berlangganan Epaper Bisnis Indonesia Cuma Rp10 Juta Seumur Hidup, Mau? Klik disini!
 

Bisnis Indonesia Writing Contest berhadiah utama Mobil Daihatsu Ayla mulai menayangkan tulisan peserta 1 April 2014. Ayo “Vote & Share” sebanyak-banyaknya DI SINI.

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.