Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Jumlah Penumpang di Bandara Palembang Belum Maksimal, AP II Ungkap Sebabnya

PT Angkasa Pura II atau AP II menargetkan dapat mencatatkan 2,8 juta penumpang di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB II) Palembang, Sumatra Selatan.
Sejumlah penumpang melakukan check-in di Terminal IA Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (17/3/2020). PT Angkasa Pura II (Persero) memprediksi jumlah penumpang pada kuartal I/2020 bisa berkurang sebesar 218.000 orang atau sekitar 1 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu akibat wabah virus corona (COVID-19) yang menyebabkan aktivitas penerbangan domestik dan internasional berkurang. Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Sejumlah penumpang melakukan check-in di Terminal IA Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (17/3/2020). PT Angkasa Pura II (Persero) memprediksi jumlah penumpang pada kuartal I/2020 bisa berkurang sebesar 218.000 orang atau sekitar 1 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu akibat wabah virus corona (COVID-19) yang menyebabkan aktivitas penerbangan domestik dan internasional berkurang. Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, PALEMBANG – PT Angkasa Pura II atau AP II menargetkan dapat mencatatkan 2,8 juta pergerakan penumpang di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB II) Palembang, Sumatra Selatan.

Executive General Manager Bandara SMB II Iwan Winaya Mahdar menjelaskan target tersebut masih jauh dibawah kapasitas bandara tersebut. Dia menuturkan, Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II memiliki kapasitas sebanyak 3,4 juta pergerakan penumpang per tahunnya.

Iwan menuturkan pergerakan penumpang di Bandara SMB II salah satunya akan dipengaruhi oleh ketersediaan armada maskapai penerbangan. Dia menuturkan, saat ini maskapai masih kesulitan melakukan rotasi armada untuk melayani sebuah rute mengingat keterbatasan armada yang operasional.

Selain itu, tren harga tiket pesawat juga akan mempengaruhi minat masyarakat untuk bepergian. Dia menuturkan, Bandara SMB II sempat mengalami penurunan jumlah pergerakan penumpang pada 2019 lalu akibat harga tiket pesawat yang tinggi.

Iwan melanjutkan, tingkat pemulihan (recovery rate) pergerakan penumpang di Bandara SMB II juga belum kembali ke angka sebelum pandemi Covid-19. Meski demikian, Iwan tidak memperinci tingkat pemulihan di Bandara SMB II baik untuk periode 2023 maupun 2024.

Dia menjelaskan, salah satu faktor yang membuat Bandara SMB II sulit menggenjot angka penumpang adalah masih minimnya kegiatan atau aktivitas yang ditawarkan di Kota Palembang.

Iwan mengatakan, Palembang tidak memiliki potensi besar untuk meningkatkan jumlah penumpang dari sisi pariwisata seperti Denpasar, Bali. Di sisi lain, AP II menilai ada peluang besar untuk kota Palembang dalam menggelar acara atau event-event berskala nasional ataupun daerah.

“Tetapi saat ini demand untuk acara-acara seperti itu juga belum besar. Perlu ada event-event berskala besar disini dengan frekuensi yang rutin untuk menarik kunjungan ke sini (Palembang),” kata Iwan.

Data dari AP II mencatat, jumlah pergerakan penumpang di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II pada masa pra pandemi atau 2019 adalah 4,02 juta orang. Kemudian, pada 2020 angka tersebut turun ke 1,44 juta penumpang, lalu sebanyak 1,06 juta pada 2021.

Selanjutnya, pada 2022 Bandara SMB II tercatat melayani sebanyak 2,06 juta pergerakan penumpang. Jumlah tersebut kemudian naik pada 2023 lalu menjadi 2,75 juta orang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper